Berita Surabaya

Sosok Bripka Budiman yang Bantu Ibu dan 2 Anak Balitanya di Sidoarjo, Berawal Salah Naik Bus

Bripka Budiman merupakan anggota kepolisian Polda Jatim yang berdinas di sebagai anggota Unit PJR Jatim II Ditlantas Polda Jatim.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
Tangkap Layar Video Viral
Tangkapan layar video viral sosok polisi yang membantu seorang ibu dan dua anak balitanya di pinggir jalan dalam keadaan menangis, diduga diturunkan dari bus salah jurusan 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sosok polisi viral yang membantu seorang ibu dan dua anak balitanya di pinggir jalan, karena diduga diturunkan dari bus angkutan salah jurusan, bernama Bripka Budiman.

Bripka Budiman merupakan anggota kepolisian Polda Jatim yang berdinas di sebagai anggota Unit PJR Jatim II Ditlantas Polda Jatim.

Sosok polisi kelahiran Kabupaten Tuban tersebut, memang dikenal gemar membantu orang-orang kesusahan yang ditemui di pinggir tatkala sedang berdinas.

Terbukti, Bripka Budiman saat masih berpangkat Brigadir pada tahun 2021, juga sempat viral, karena aksinya membantu pemuda berinisial A yang kabur dari keluarganya.

Saat itu pemuda A memilih tinggal di kolong jembatan bentang Wage, Sidoarjo, ruas Tol Sidoarjo-Waru, KM 749, Jumat (27/8/2021).

Tak hanya itu, jika melihat akun Channel YouTube, bernama DhulurBudiman, yang dikelolanya sejak tahun 2014.

Baca juga: Sosok Bripka Budiman, Polisi Baik Hati yang Buat Pemuda Kolong Jembatan Menangis dan Rikuh Dibantu

Bripka Budiman juga kerap menolong orang dengan ganggu jiwa (ODGJ) di jalanan untuk dikembalikan ke tempat rehabilitasi ataupun kepada pihak keluarganya.

Tahun ini, sosok Bripka Budiman kembali viral. Karena video berdurasi 1 menit 34 detik yang merekam momen dirinya menolong seorang ibu dengan dua anak balitanya yang berdiri di pinggir jalan dengan kondisi menangis, karena diduga diturunkan dari bus angkutan salah jurusan, viral di medsos.

Akun Instagram (IG) @poldajatimpjr, yang mengunggah video tersebut, pada Minggu (27/11/2022) kemarin, menuai respon positif.

"Ya Alloh.. Terima kasih polisi baik," tulis komentar akun @dhanyjulian.

"Saya sangat mengapresiasi atas perbuatan mulia Pak Polisi yang satu ini. Semoga bisa menjadi teladan bagi yang lainnya," tulis komentar akun @vandoalmanda.

"Inilah contoh orang baik, pride of you polisi Indonesia," tulis komentar akun @lesmana.andrew

Sementara itu, Bripka Budiman membenarkan dirinya menjumpai seorang ibu dan dua anak balitanya berdiri dalam keadaan menangis, di bahu jalan tepat depan Gedung Mahmil, Medaeng, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (27/11/2022) pagi.

Baca juga: Ini Sosok Inspiratif yang Buat Bripka Budiman Jadi Polisi Baik Hati, Aksi Sosialnya Viral di Medsos

Saat itu, dirinya mengendarai mobil dinas patroli PJR Ditlantas Polda Jatim, hendak mencucikan mobil dinas yang dikendarainya itu ke gerai pencucian mobil kawasan Sidoarjo.

Ketika melintas di depan gedung tersebut, ia melihat seorang ibu dengan dua anak balitanya, berdiri di bahu jalan raya. Kondisi tersebut, dirasa Budiman, tak lazim.

Selain menggendong seorang balita di depan dadanya, di bahu jalan raya tersebut.

Ibu itu, berdiri dalam keadaan mengenakan helm motor, bermasker kain, memanggul tas ransel di punggungnya.

Terlebih lagi, ruas jalan tempat ibu tersebut berdiri, merupakan ruas jalan lintasan khusus yang memang diperuntukkan kendaraan roda empat atau lebih.

"Iya ada di jalan depan Mahkamah Militer, Medaeng, daerah Sidoarjo. Waktu itu saya mau cuci mobil, kok ada orang bawa anak kecil 2, pakai helm, tapi gak ada motornya, dan dari jarak jauh kok nangis," katanya saat dikonfirmasi, Senin (28/12/2022).

Melihat kondisi ketiganya itu, membuat Budiman penasaran.

Ia memutuskan menunda sejenak rencananya melanjutkan perjalanan menuju gerai tempat pencucian mobil, lalu memilih menghampiri sosok ibu tersebut untuk mencari tahu.

Budiman yang sudah terlanjur melewati tempat ibu dan dua anaknya itu berdiri, lantas memundurkan laju mobilnya untuk menghampiri ketiganya, lalu menanyakan alasannya berada di bahu jalan tersebut.

Saat Budiman turun dan menghampiri mereka. Ternyata, ibu tersebut dalam keadaan menangis.

Lalu menceritakan semuanya kepada Budiman, ibu tersebut baru saja turun dari bus angkutan, karena salah jurusan.

Rencananya, ungkap Budiman, ibu tersebut bermaksud menumpang bus jurusan Mojokerto yang melintasi jalur arteri, atau non-tol sesuai dengan rute jalan lokasi yang dituju.

Namun, saat masih berada di dalam bus yang masih menempuh perjalanan melintasi ruas tol.

Ibu tersebut meminta kondektur bus menepi dan menurunkan dirinya beserta kedua anaknya di bahu jalan tersebut.

"Jadi dia tidak diturunkan. Ternyata dia turun sendiri, karena salah jurusan. Karena busnya via tol, dan dia mau lewat bawah (jalan arteri) Mertex," jelasnya.

Semula, Budiman mengira, sosok ibu dengan membawa dua anaknya itu berdiri di bahu jalan tersebut, karena suatu bentuk sikap ofensif terhadap masalah keluarga yang sedang dialaminya.

Ternyata, dugaannya keliru. Air mata ibu tersebut tumpah, bukan karena kondisi rumah tangga atau keluarganya bermasalah.

Melainkan, karena merasa kebingungan harus ke mana lagi dirinya mencari jalan keluar untuk melanjutkan perjalanan ke rumahnya di Kabupaten Mojokerto.

Pasalnya, ibu tersebut tidak memiliki ponsel untuk menghubungi suami ataupun kerabat di rumahnya.

Kemudian, helm motor berwarna kuning yang sejak awal berdiri di bahu jalan tersebut, merupakan helm yang memang sengaja dibawa sejak awal dari Surabaya.

Karena, setibanya nanti di titik penjemputan awal di Kabupaten Mojokerto, dirinya akan dijemput sang adik mengendarai motor untuk tiba sampai ke rumah.

"Saya kasih ongkos. Takutnya enggak bawa ongkos. (Budiman memberi uang) Anak satunya Rp 50 ribu, satunya Rp 50 ribu, kenapa dia nangis, ternyata dia itu enggak punya HP. Jadi bingung mau ngabari siapa, dia enggak tahu tanya siapa. Dia asli Mojokerto, kerja Surabaya," pungkasnya.

BACA BERITA SURYA.CO.ID GOOGLE NEWS LAINNYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved