Berita Surabaya
Sosok Bripka Budiman yang Bantu Ibu dan 2 Anak Balitanya di Sidoarjo, Berawal Salah Naik Bus
Bripka Budiman merupakan anggota kepolisian Polda Jatim yang berdinas di sebagai anggota Unit PJR Jatim II Ditlantas Polda Jatim.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
Selain menggendong seorang balita di depan dadanya, di bahu jalan raya tersebut.
Ibu itu, berdiri dalam keadaan mengenakan helm motor, bermasker kain, memanggul tas ransel di punggungnya.
Terlebih lagi, ruas jalan tempat ibu tersebut berdiri, merupakan ruas jalan lintasan khusus yang memang diperuntukkan kendaraan roda empat atau lebih.
"Iya ada di jalan depan Mahkamah Militer, Medaeng, daerah Sidoarjo. Waktu itu saya mau cuci mobil, kok ada orang bawa anak kecil 2, pakai helm, tapi gak ada motornya, dan dari jarak jauh kok nangis," katanya saat dikonfirmasi, Senin (28/12/2022).
Melihat kondisi ketiganya itu, membuat Budiman penasaran.
Ia memutuskan menunda sejenak rencananya melanjutkan perjalanan menuju gerai tempat pencucian mobil, lalu memilih menghampiri sosok ibu tersebut untuk mencari tahu.
Budiman yang sudah terlanjur melewati tempat ibu dan dua anaknya itu berdiri, lantas memundurkan laju mobilnya untuk menghampiri ketiganya, lalu menanyakan alasannya berada di bahu jalan tersebut.
Saat Budiman turun dan menghampiri mereka. Ternyata, ibu tersebut dalam keadaan menangis.
Lalu menceritakan semuanya kepada Budiman, ibu tersebut baru saja turun dari bus angkutan, karena salah jurusan.
Rencananya, ungkap Budiman, ibu tersebut bermaksud menumpang bus jurusan Mojokerto yang melintasi jalur arteri, atau non-tol sesuai dengan rute jalan lokasi yang dituju.
Namun, saat masih berada di dalam bus yang masih menempuh perjalanan melintasi ruas tol.
Ibu tersebut meminta kondektur bus menepi dan menurunkan dirinya beserta kedua anaknya di bahu jalan tersebut.
"Jadi dia tidak diturunkan. Ternyata dia turun sendiri, karena salah jurusan. Karena busnya via tol, dan dia mau lewat bawah (jalan arteri) Mertex," jelasnya.
Semula, Budiman mengira, sosok ibu dengan membawa dua anaknya itu berdiri di bahu jalan tersebut, karena suatu bentuk sikap ofensif terhadap masalah keluarga yang sedang dialaminya.
Ternyata, dugaannya keliru. Air mata ibu tersebut tumpah, bukan karena kondisi rumah tangga atau keluarganya bermasalah.