Surya Militer
JANJI Laksamana Yudo Margono Jika Jadi Panglima TNI, Siap Gantikan Jenderal Andika Perkasa
KASAL Laksamana Yudo Margono mengungkap janjinya jika nantinya benar terpilih menjadi Panglima TNI Gantikan Jenderal Andika Perkasa. Apakah itu?
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
Surpres Diterima Sore Ini
Sementara itu, Surat Presiden (Surpres) calon Panglima TNI baru bakal diberikan oleh Istana pada DPR Senin (28/11/2022) sore ini.
Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengungkapkan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno bakal menyerahkan Surpres tersebut pada Ketua DPR Puan Maharani.
“Untuk penyampaian Surpres calon Panglima TNI dijadwalkan hari ini jam 16.00, yang akan diterima oleh Ketua dan pimpinan DPR,” kata Indra saat dikonfirmasi, Senin (28/11/2022).
Setelah diterima DPR, Surpres Panglima TNI bakal ditindaklanjuti oleh mekanisme uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper tes.
Proses uji kelayakan dan kepatutan itu bakal dilakukan oleh Komisi I DPR yang mengurus bidang pertahanan.
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Anggota Dewan punya waktu 20 hari untuk menjalankan mekanisme tersebut.
Adapun DPR RI mesti segera melakukan proses tersebut sebelum memasuki masa reses pada 16 Desember 2023.
Diketahui, calon Panglima TNI dipilih dari tiga kepala staf angkatan, atau pejabat tinggi TNI yang pernah menduduki jabatan tersebut.
Saat ini, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengaku dirinya telah dipilih untuk menjadi calon pengganti Jenderal Andika Perkasa yang selesai menjalankan tugasnya Desember nanti.
Jenderal Dudung Abdurachman Masih Berpeluang?
Meski besar kemungkinan Laksamana Yudo Margono yang jadi Panglima TNI, tapi peluang dua kepala staf lainnya masih ada.
Hal ini lantaran isi Surpres tersebut masih bisa berubah.
Itu artinya, KASAD Jenderal Dudung Abdurachman dan KASAU Marsekal Fadjar Prasetyo masih berpeluang.
Pengamat pertahanan sekaligus Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE), Anton Aliabbas, menilai dinamika isu calon Panglima TNI masih tinggi karena informasi yang beredar sampai saat ini masih berupa rumor dan masih mungkin terjadi perubahan.