Berita Jember

Pria Asal Malang Gadaikan 7 Mobil Rental di Jember, Digadai Rp 40 Juta Per Unit

Jajaran Satreskrim Polres Jember menangkap IPB, pelaku yang menggadaikan mobil rental atau sewaan.

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: irwan sy
Imam Nawawi/TribunJatimTimur.com
Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo saat jumpa pers soal pengungkapan kasus penggelapan mobil rental, Kamis (24/11/2022). 

Berita Jember

SURYA.co.id, JEMBER - Jajaran Satreskrim Polres Jember menangkap IPB, pelaku yang menggadaikan mobil rental atau sewaan.

IPB asal Malang ini telah menggadaikan 7 unit mobil rental tanpa dilengkapi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kepada pihak lain.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo menjelaskan ada lima korban yang laporan ke polisi.

Berdasarkan hasil penyelidikan rupanya ditemukan tujuh unit kendaraan roda empat itu.

"Itu adalah barang bukti dari tujuh korban, sementara yang dua lainnya hingga kini masih belum laporan, dan para korban ini rata-rata para pemilik rental," ujarnya saat jumpa pers di Mapolres Jember, Kamis (24/11/2022).

Menurutnya, dari seluruh barang bukti yang telah disita, masing-masing kendaraan tersebut, hanya dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), tanpa ada BPKB.

"Modusnya kepada orang yang menerima gadai,akan memberikan BPKB-nya kemudian, sehingga para penerima gadai bersedia, untuk tersangka menggadaikan kendaraan kepadanya,"tambah pria yang akrab disapa Hery ini.

Hery juga mengungkapkan, nominal uang yang pelaku terima dari mobil yang telah digadaikan tersebut cukup bervariasi, tergantung kualitas mesin dan merek kendaraan.

"Untuk penggadaiannya tergantung masing-masing unit, dari Rp20 juta hingga Rp40 juta, sementara korbannya semuanya ada di Jember,"ungkapnya.

Uang hasil gadai mobil sewaan tersebut, lanjut Hery, digunakan oleh tersangka untuk keperluan hidup sehari-hari.

Namun, hal itu masih akan didalami oleh penyidik.

"Inikan ada juga yang digunakan untuk menyewa kendaraan yang lain lagi, jadi dapat uang, dia rental lagi, digadaikan lagi, laku dia sewa lagi," tuturnya.

Oleh karena itu, kata Hery, tersangka dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

"Dengan ancaman hukuman maksimalnya empat tahun penjara," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved