Berita Lamongan
12 Warga Lamongan Tertular Varian Baru Covid XBB, Dinkes : Tetap Patuh Protokol Kesehatan
Tercatat ada sebanyak 12 penderita yang terinfeksi Varian baru Covid-19 XBB di Kabupaten Lamongan.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Varian baru Covid-19 XBB mulai terdeteksi di Kabupaten Lamongan.
Tercatat ada sebanyak 12 penderita yang terinfeksi Varian baru Covid-19 XBB di Kabupaten Lamongan.
"Untuk Covid-19 harus belajar dari pandemi dan pengalaman dua tahun kemarin dengan jumlah kematian yang tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Taufik Hidayat, Senin (21/11/2022).
Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan pun mempersiapkan mitigasi di antaranya soal sarana dan prasarana.
Kemudian mobil sehat yang sudah menyebar dan siap kapanpun dibutuhkan hingga ke pelosok desa di Kabupaten Lamongan.
Sedang ketiga adalah SDM dan perlengkapannya. Pada prinsipnya apa yang dibutuhkan jika suatu saat pandemi Covid-19 kembali merebak, Dinkes sudah siap semuanya.
Baca juga: Korban Meninggal Dunia Diduga Akibat Covid-19 Muncul Kembali di Kabupaten Malang
Belajar dari pengalaman saat pandemi kemarin, ternyata kematian tertinggi karena penderita mengidap penyakit tidak menular (PTM).
Berarti masing masing harus menjaga kesehatan dan bisa mitigasi.
"Karena dalam catatan dan pengalaman yang lalu, kematian terbanyak karena penderita punya penyakit penyerta," kata Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Taufik Hidayat.
Ditanya penderita Covid-19 yang terjangkit varian baru, XBB. Taufik menyatakan tercatat ada sekitar 17 orang.
Namun untuk varian baru ini tidak sampai ada yang meninggal.
"Alhamdulillah sejauh ini tidak ada yang meninggal," katanya.
Baca juga: Gejala Flu Batuk Kemungkinan Tertular Covid-19 Subvarian XBB, Di Surabaya Sudah Mencapai 600 Kasus
Untuk varian baru XBB, menurut Taufik tidak berbahaya dan tidak mematikan.
Berbeda dengan Covid-19 selama dua tahun yang lalu.
Meski XBB tidak mematikan, lanjutnya, bukan berarti harus abai. Namun masyarakat Kabupaten Lamongan diimbau tetap memperketat protokol kesehatan.
"Ke manapun dan di manapun, kesadaran memakan masker harus selalu dinomor satukan," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Kabupaten-Lamongan-dr-Taufik-Hidayat-kanan.jpg)