Berita Kota Surabaya

Gejala Flu Batuk Kemungkinan Tertular Covid-19 Subvarian XBB, Di Surabaya Sudah Mencapai 600 Kasus

Untuk mengantisipasi kenaikan kasus Covid - 19 maupun varian XBB, Pemkot telah membuat SE (Surat Edaran) tentang antisipasi lonjakan kasus Covid-19.

surya/bobby constantine Koloway
Pelaksanaan vaksinasi booster di Surabaya dilakukan melalui puskesmas dan sejumlah sentra vaksinasi. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA – Kasus harian Covid-19 di Surabaya kembali meningkat. Mengutip data harian Covid-19 di laman lawancovid-19, jumlah kasus positif mencapai 614 kasus, yang mayoritas bergejala ringan.

Meski demikian, masing-masing pasien telah menjalani isolasi mandiri. ”Sebagian besar kondisi pasien yang terkonfirmasi bergejala ringan, seperti flu dan batuk. Mereka melakukan isolasi mandiri di rumah di bawah pemantauan Puskesmas wilayah domisili pasien,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, Selasa (15/11/2022).

Untuk beberapa pasien, harus dirawat di RS karena memiliki komorbid dan berusia lanjut. Pemkot Surabaya tetap melakukan pemantauan perkembangan kasus berkolaborasi dengan tiga pilar di masing - masing wilayah.

Berdasarkan data dinkes, sebanyak 9 kasus di antaranya merupakan varian baru dari Covid-19 yaitu XBB. Ini berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequenching (WGS) oleh ITD Universitas Airlangga (Unair) Kota Surabaya.

Karena pasien melakukan isolasi mandiri, tingkat keterisian kamar di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) masih dalam kondisi memadai. “BOR kita masih aman,” kata Nanik.

Kenaikan tersebut diduga karena beberapa hal. Yaitu masyarakat sudah mulai abai dalam menjalankan protokol kesehatan hingga meningkatnya mobilitas.

Untuk mengantisipasi kenaikan kasus Covid - 19 maupun varian XBB, Pemkot telah membuat SE (Surat Edaran) tentang antisipasi lonjakan kasus Covid-19. Masyarakat Kota Surabaya diminta untuk konsisten patuh terhadap protokol kesehatan serta meminimalisir penularan.

Pihaknya juga memasifkan pelaksanaan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. ”Kami lakukan tracing kepada para kontak erat dari pasien,” tambahnya.

Kemudian, melaksanakan kegiatan vaksinasi booster. Pelaksanaan vaksinasi melalui seluruh Puskesmas dan gerai vaksinasi. “Capaian vaksinasi booster di Kota Surabaya sampai dengan 14 November 2022 sebesar 56,41 persen (dari target minimal 50 persen),” jelas Nanik.

Nanik menjelaskan, masyarakat harus memastikan status vaksinasi lengkap minimal sampai dosis ketiga. Sehingga dapat memberikan proteksi tambahan serta membentuk kekebalan kelompok secara optimal.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta warga untuk tetap tenang. Menurut Cak Eri, sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, Kota Surabaya memiliki potensi penularan cukup besar. “(Jumlah) penduduknya banyak, kalau lihat persentasenya, sebenarnya tidak banyak,” kata Cak Eri saat dikonfirmasi terpisah.

Cak Eri mengutip arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bahwa Surabaya telah menerima suplai vaksin booster. ”Vaksin sudah datang lima hari lalu dan sudah dibagi, maka kita akan melakukan booster di bawah dengan Forkopimda Surabaya kepada masyarakat,” terangnya. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved