Berita Gresik

Bersama Freeport Indonesia Ciptakan Peluang Kerja Gresik, Yatamam Sepakat Kelola Sampah Konstruksi

Salah satu manfaatnya yaitu memberikan santunan Rp 100.000 kepada 500 anak yatim per bulannya. Jika dikalikan tiga tahun mencapai Rp 1,8 miliar

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad Sugiyono
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) (Tengah) bersama Ketua Yatamam Abdul Muid Zahid (Kanan) dan Executive Vice President Corporate Development Freeport Indonesia HD Garz (Kiri) memotong untaian bunga sebagai tanda peresmian PTB, Sabtu (19/11/2022). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Yayasan Takmir Masjid Manyar (Yatamam) Kecamatan Manyar menjalin kerjasama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk mendirikan Pusat Transformasi Bersama (PTB), di Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar. Peresmian tersebut dilakukan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Minggu (20/11/2022).

Ketua Yatamam, KH Abdul Muid Zahid mengatakan, keberadaan PTB bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Manyar melalui penyerapan sampah industri secara maksimal. Salah satunya, yaitu bisa memberikan santunan kepada 500 anak yatim piatu. Dan setiap anak mendapat Rp 100.000 setiap bulan selama proyek berlangsung.

“Salah satu manfaatnya yaitu memberikan santunan Rp 100.000 kepada 500 anak yatim per bulannya. Jika dikalikan tiga tahun bisa mencapai Rp 1,8 miliar. Nantinya bisa dibangun Balai Latihan Kerja (BLK), untuk mencetak skill yang dibutuhkan Industri. Saya harap, masyarakat sekitar yang non skill juga mendapatkan manfaatnya, sebab tambak para petani sudah menjadi lahan industri,” kata KH Zahid.

Sementara Superintendent PTFI, Fajar Mulyana mengatakan, PTB menjadi fasilitas bersama untuk masyarakat di Kecamatan Manyar dan Gresik umumnya, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Kerja sama ini antara PTB dengan PT Freeport ini dapat dimanfaatkan masyarakat Manyar – Gresik. Ini menjadi komitmen PT Freeport ingin mengelola sampah menjadi barang yang bermanfaat bagi masyarakat dan mempunyai nilai ekonomi,” kata Fajar.

Lebih lanjut Fajar menambahkan, saat ini pembangunan PT Freeport Indonesia di JIIPE masih tahap konstruksi, sehingga ada sisa besi dalam beton tiang pancang yang dapat diolah PTB. “Setiap hari PTB dapat menerima 10 sampai 15 truk besar berisi beton ribar. Kemudian dikelola menjadi barang berguna dan dijual,” katanya.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Bupati Gus Yani. Gus Yani mengatakan, PTB bisa meningkatkan perekonomian dan memberdayakan masyarakat yang kehilangan lahan agar mendapatkan manfaat dari sampah atau limbah proyek PT Freeport Indonesia. Selain itu, bisa dikembangkan dengan perusahaan di KEK Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) di Kecamatan Manyar.

Menurut Gus Yani, kerja sama ini merupakan wujud sinergitas antara masyarakat lokal dengan industri, sehingga bisa saling berkembang untuk kesejahteraan masyarakat.

“Ini sinergitas yang luar biasa, antara masyarakat sekitar industri baik dari PT Freeport dan Yatamam. Kami terus mendorong keberadaan Pusat Transformasi Bersama (PTB,red). Ini bisa menjadi pemberdayaan agar masyarakat kita punya keahlian,” kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Gresik itu.

Selain itu, Gus Yani juga berharap, dengan adanya PTB maka masyarakat generasi muda dapat meningkatkan kapasitas, agar bisa ikut bekerja di perusahaan dengan keterampilan yang dilatih di PTB. “Yang muda bisa bekerja dengan keterampilan yang sudah dilatih di PTB,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Moch Abul Qodir; Executive Vice President Corporate Development Freeport Indonesia, HD Garz serta para Muspika Manyar, Pengurus Yatamam dan Kepala Desa Manyarrejo. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved