Berita Surabaya

Kedaruratan Covid-19 Belum Selesai, Ahli Epidemiologi Imbau Warga Lengkapi Vaksin dan Taat Prokes

Ahli Epidemiologi, dr Iwan Ariawan MSPH, mengatakan kedaruratan COVID-19 di Indonesia belum berakhir

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
IST
Ahli Epidemiologi, dr Iwan Ariawan MSPH, terkait risiko dan pelibatan masyarakat untuk membangun kesadaran akan pentingnya vaksinasi COVID 19, khususnya diperuntukkan bagi masyarakat rentan seperti lansia, masyarakat adat, masyarakat budaya dan masyarakat umum agar melengkapi dosis vaksinasinya serta untuk tidak lengah dan tetap taat menjalani protokol kesehatan. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), bersama dengan program Breakthrough ACTION for COVID-19 yang didukung oleh The United States Agency for International Development (USAID), telah memperluas akses vaksinasi COVID-19 di Indonesia dengan melaksanakan kegiatan komunikasi risiko dan pelibatan masyarakat untuk membangun kesadaran akan pentingnya vaksinasi COVID-19.

Hal ini khususnya diperuntukkan bagi masyarakat rentan seperti lansia, masyarakat adat, masyarakat budaya dan masyarakat umum agar melengkapi dosis vaksinasinya serta untuk tidak lengah dan tetap taat menjalani protokol kesehatan.

Berbicara dalam acara Media Briefing bertajuk 'SIAP Lanjutkan ProKesnya, SIAP Lengkapi Vaksinasinya', yang dilakukan secara daring di Jakarta, Ahli Epidemiologi, dr Iwan Ariawan MSPH, mengatakan kedaruratan COVID-19 di Indonesia belum berakhir, terlebih saat ini telah muncul varian-varian baru.

"Jadi mari segera kita akhiri pandemi ini dengan melengkapi vaksinasi COVID-19 sampai booster dan terus melakukan ProKes," kata dr Iwan, Selasa (8/11/2022).

Turut hadir dalam Media Briefing tersebut, Haerani Dahlan SIp MSi, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sinjai yang mewakili Bupati Sinjai, Sulawesi Selatan, Andi Seto Gadhista Asapa SH LLM: David Stanton, Deputy Director for Infectious Diseases USAID Indonesia/Health Office, Fitri Putjuk, Indonesia Country Representative Johns Hopkins Center for Communication Programs (JHCCP) dan Dian Rosdiana, Communication Team Leader Breakthrough ACTION for COVID-19 program.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kesenjangan vaksinasi saat ini masih besar.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada September 2022 menunjukkan bahwa dari total 210 juta orang di Indonesia yang telah menerima vaksinasi COVID-19, hanya 43,967,085 yang sudah melengkapi dosis vaksinasi.

Pada kelompok lansia, hanya 6,698,254 yang sudah melengkapi dosis vaksinasi.

Masih banyak kelompok masyarakat yang belurn terwakili dan mendapatkan akses vaksinasi karena hambatan sosial, budaya dan ekonomi, seperti lansia, masyarakat adat, agarna, dan pekerja seni budaya.

Selain itu, tantangan lain yang masih harus diperhatikan adalah adanya hambatan akses dan suplai vaksinasi.

Hal ini menunjukkan bahwa masih sangat diperlukan dorongan untuk menggalakkan dan memotivasi masyarakat untuk melengkapi dosis vaksinasi dan membangkitkan urgensi terhadap pemerintah untuk memperhatikan akses dan suplai vaksin.

Di luar isu terkait vaksinasi, sebelum pandemi benar benar telah berakhir, dorongan dan motivasi untuk tetap melakukan Protokol kesehatan juga masih harus dikampanyekan.

Di sisi lain, setelah hampir tiga tahun disuguhi oleh berita berita terkait COVID-19, masyarakat dan juga media sudah jenuh menerima informasi terkait COVID-19.

Halaman
123
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved