Berita Surabaya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Ajak Pustakawan Percepat Perubahan Menuju Ekosistem Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para pustakawan melakukan percepatan perubahan ekosistem digital di semua sektor.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/fatimatuz zahroh
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Kongres XV dan Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) di Vasa Hotel, Surabaya yang berlangsung hari ini Selasa (1/11/2022) hingga Jumat (4/11/2022) mendatang. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para pustakawan melakukan percepatan perubahan ekosistem digital di semua sektor.

Menurutnya hal itu sangat penting karena ekosistem digital saat ini merupakan sebuah keharusan.

Hal itu disampaikan Khofifah saat membuka Kongres XV dan Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) di Vasa Hotel, Surabaya yang berlangsung hari ini Selasa (1/11/2022) hingga Jumat (4/11/2022) mendatang.

"Saya ingin mengajak kita mempersambungkan proses literasi ekonomi, literasi digital, literasi finance bagi para pustakawan. Apalagi, predisi Jack MA tahun 2030, 80 persen ekonomi dunia backbone-nya UMKM. Dan 99 persen UMKM dunia akan masuk dunia online dan 85 persen e-commerce," ungkap Khofifah.

Dengan kondisi itu, maka ditegaskan Khofifah bahwa komunitas yang memungkinkan memberi penguatan pada ekosistem digital adalah pustakawan.

Menurut Gubernur Khofifah, untuk menjadi bagian yang ikut membangun literasi digital pada proses UMKM, maka sekarang pelaku usaha sudah mulai bergerak berjualan secara online lebih masif.

Untuk itu, perlu dilakukan perluasan persepsi masyarakat terhadap pasar.

Membuka perspektif masyarakat tentang pasar dunia itu menjadi bagian yang harus diintegrasikan dengan faktor penguat lainnya.

“Maka tugas pustakawan hari ini dan yang akan datang bagaimana memunculkan sosok game changer (pengubah permainan) seperti Steve Jobs, Ellon Musk dan Mark Zuckerberg dalam skala lokal, regional, nasional bahkan global,” kata Khofifah.

Khofifah menambahkan, tugas pustakawan dalam menyongsong ekosistem digital tidaklah sederhana.

Sebab, berdasarkan data Digital Civility Index (DCI), pengguna internet di Indonesia berada pada peringkat ke-29 atas tingkat ketidak sopanan berselancar pada media digital.

Karenanya, lanjut Khofifah penting dilakukan koreksi dan evaluasi bersama.

Pasalnya dalam data pengguna internet tersebut disebutkan bahwa ada penambahan penyumbang ketidak sopanan tertinggi pada kelompok usia dewasa.

Dari data-data tersebut diketahui bahwa ada kesopansantunan yang harus terus dijaga bersama.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved