Persebaya Surabaya
Profil Persebaya Surabaya dan Sejarah Berdirinya
Inilah profil Persebaya Surabaya dan sejarah berdirinya pada tahun 1927 hingga informasi terkini.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Iksan Fauzi
Pada tahun 1943 ketua umum SIVB dijabat oleh Dr Soewandi. Pada era kepemimpinan Dr Soewandi ini nama Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diganti menjadi Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja (Persibaja).
Pada tahun 1959, nama Persibaja sekali lagi dirubah menjadi Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya) dan digunakan hingga sekarang.
Di era Perserikatan, Persebaya merupakan salah satu tim raksasa di Indonesia selain PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Persebaya berhasil menjadi juara Perserikatan pada musim 1951, 1952, 1978, 1987/88 dan lima kali menduduki peringkat kedua pada kompetisi musim 1964–65, 1971, 1973, 1986–87, dan 1989–90.
Baca juga: Jersey Gelandang Persebaya M Hidayat yang Dipakai vs Arema FC di Kanjuruhan Terjual Rp Rp 3.8 Juta
Era Liga Indonesia
Pada tahun 1994, dua kompetisi sepak bola di Indonesia yaitu Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi satu.
Kompetisi hasil gabungan Perserikatan dan Galatama ini diberi nama Divisi Utama Liga Indonesia dengan pembagian dua wilayah yakni barat dan timur.
Di musim pertama Divisi Utama pada tahun 1994, Persebaya yang tergabung di dalam wilayah timur hanya mampu finish diurutan ke-9 klasemen.
Pada musim kompetisi 2002, Persebaya terdegradasi ke Divisi Satu setelah hanya mampu finish di urutan ke-11 klasemen wilayah timur.
Tetapi Persebaya hanya perlu waktu satu musim kompetisi untuk promosi dan kembali ke Divisi Utama setelah berhasil menjadi juara Divisi Satu musim 2003.
Setelah kembali ke kompetisi Divisi Utama, Persebaya berhasil menjadi juara setelah meraih poin tertinggi klasemen akhir pada kompetisi musim 2004 yang menggunakan sistem satu wilayah.
Pemain Persebaya Surabaya
Per 2 Juli 2022, berikut adalah nama pemain Persebaya Surabaya.
- Leo Lelis (Brazil)
- Dandi Maulana (Indonesia)
- Marselino Ferdinan (Indonesia)
- Andre Oktaviansyah (Indonesia)
- Higor Vidal (Brazil)
- Mochammad Supriadi (Indonesia)
- Bramdani (Indonesia)
- Sho Yamamoto (Jepang)
- Ahmad Nufiandani (Indonesia)
- Brylian Aldama (Indonesia)
- Ernando Ari (Indonesia)
- Rizky Ridho (Indonesia)
- Salman Alfarid (Indonesia)
- Julian Mancini (Indonesia)
- Michael Rumere (Indonesia)
- Widi Syarief (Indonesia)
- Kok Ari Araya (Indonesia)
- Altalariq Ballah (Indonesia)
- Arief Catur (Indonesia)
- Riswan Lauhim (Indonesia)
- Brayen Pondaag (Indonesia)
- Arizky Wahyu Satria (Indonesia)
- Andhika Ramadhani (Indonesia)
- Aditya Arya Nugraha (Indonesia)
- Risky Dwiyan (Indonesia)
- I Gede Dida Diatmika (Indonesia)
- Denny Agus (Indonesia)
- Wahyudi (Indonesia)
- Satria Tama (Indonesia)
- Alwi Slamat (Indonesia)
- Januar Eka Ramadhani (Indonesia)
- Saiful (Indonesia)
- Silvio Juninho (Brazil)
- Muhammad Hidayat (Indonesia)
- Ruy Arianto (Indonesia)
Prestasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Profil-Persebaya-Surabaya-dan-Sejarah-Berdirinya.jpg)