Jumat, 15 Mei 2026

Persebaya Surabaya

Profil Persebaya Surabaya dan Sejarah Berdirinya

Inilah profil Persebaya Surabaya dan sejarah berdirinya pada tahun 1927 hingga informasi terkini.

Tayang:
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Iksan Fauzi
Kolase Surya.co.id
Inilah profil Persebaya Surabaya dan sejarah berdirinya pada tahun 1927 hingga informasi terkini. 

SURYA.CO.ID - Inilah profil Persebaya Surabaya dan sejarah berdirinya hingga informasi terkini. Informasi mengenai biodata Persebaya Surabaya

Seperti diketahui, Persebaya Surabaya merupakan Persatuan Sepak Bola dengan basis di Surabaya, Jawa Timur.

Persebaya Surabaya berdiri pada 18 Juni 1927 dengan nama Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond atau SIVB.

Baca juga: Persebaya Soroti Keterlibatan PSSI di PT Liga Indonesia Baru Jelang KLB

Persebaya pernah mengubah namanya menjadi Persebaya 1927 akibat dari konflik dualisme Persebaya Surabaya yang terjadi pada tahun 2010 hingga 2017 yang menyebabkan keanggotaan Persebaya di PSSI dibekukan.

Setelah persoalan dualisme Persebaya selesai, status keanggotaan Persebaya dipulihkan kembali ketika kongres tahunan PSSI pada tanggal 8 Januari 2017 di Bandung.

Persebaya didirikan oleh M. Pamoedji pada 18 Juni 1927 di Surabaya dengan nama SIVB.

Pamoedji yang juga merupakan Residen Surabaya itu mendirikan SIVB adalah bertujuan untuk menampung para pemain-pemain sepak bola penduduk pribumi demi menyaingi dominasi klub sepak bola Soerabajasche Voetbal Bond (SVB) yang telah berdiri sejak tahun 1901 yang pemilik dan para pemain-pemainnya merupakan orang-orang Belanda yang tinggal di Surabaya pada waktu itu.

Pemain Persebaya Surabaya terus menggeber latihan di tengah jadwal Liga 1 2022-2023 terhenti. PSSI belum membuat keputusan kapan Liga 1 musim ini dilanjutkan usai tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022
Pemain Persebaya Surabaya terus menggeber latihan di tengah jadwal Liga 1 2022-2023 terhenti. PSSI belum membuat keputusan kapan Liga 1 musim ini dilanjutkan usai tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 (Foto Persebaya)

Era Perserikatan

Pada 19 April 1930, M. Pamudji mewakili SIVB hadir dalam pertemuan antar pengurus klub-klub sepak bola seluruh Hindia Belanda yang bertempat di Societeit Hadiprojo Yogyakarta (sekarang Wisma Soeratin).

Perwakilan klub-kub yang hadir antara lain VIJ Jacatra (sekarang Persija, BIVB Bandung (sekarang Persib), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (sekarang PSM Madiun), VVB (sekarang Persis Solo) dan PSM (sekarang PSIM Yogyakarta).

Dalam pertemuan itu dideklarasikan pembentukan sebuah organisasi induk sepak bola yang diberi nama Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia disingkat PSSI, yang kemudian pada kongres PSSI di Solo tahun 1950 diganti namanya menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) hingga sekarang.

Setahun setelah terbentuknya PSSI, kemudian diadakan kompetisi tahunan antar kota atau yang secara resmi disebut Kejuaraan Nasional PSSI disingkat Kejurnas PSSI atau juga disebut Kejurnas Perserikatan.

Setelah mengikuti beberapa musim kompetisi, SIVB yang saat itu diperkuat oleh beberapa pemain keturunan Tionghoa yang merupakan mantan pemain-pemain dari klub Tiong Hoa Soerabaja berhasil masuk final kompetisi Perserikatan di musim ke-8 atau tepatnya musim kompetisi 1939 yang dilaksanakan di Solo, tetapi hanya mampu meraih runner-up setelah kalah dari VIJ Jacatra.

Dan keberadaan pemain-pemain Tionghoa di Persebaya berlanjut hingga tahun 1970an.

Pada musim kompetisi ke-11 di tahun 1942, SIVB kembali mencapai final untuk kedua kalinya tetapi belum berhasil menjadi juara karena kalah melawan Persis Solo pada pertandingan final yang dilaksanakan di Bandung.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved