Kamis, 30 April 2026

Brigadir J Ditembak di Rumah Jenderal

KEBOHONGAN Susi ART Ferdy Sambo Soal Pelecahan Putri Terbongkar di Sidang, Bharada E Bela Brigadir J

Terungkap kebohongan-kebohongan Susi, ART Ferdy Sambo soal dugaan pelecehan Brigadir J. Bharada E ikut bela Brigadir J.

Tayang:
Editor: Musahadah
kolase kompas TV/kompas.com
Susi ART Ferdy Sambo ketahuan bohong soal pelecehan Putri Candrawathi di Magelang. Di bagian lain, Bharada E membela Brigadir J. 

SURYA.CO.ID, JAKARTA – Kebohongan Susi, asisten rumah tangga (ART) akhirnya terungkap di persidangan kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada E alias Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022). 

Kebohongan Susi terungkap saat menceritakan peristiwa di rumah Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah pada tanggal 4 Juli 2022. 

Sesuai keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik, Susi menyebut saat itu korban Brigadir J mengangkat tubuh Putri Candrawathi.

Di BAP, Susi bahkan menyebut saat itu BHarada E yang ada di sana bahkan sempat menasehati Brigadir. 

"Jangan gitu lah bang, itu kan ibu, bukan orang lain,' kata Bharada E ke Brigadir J, sesuai keterangan Susi di BAP. 

Baca juga: KESAKSIAN Satpam Saat Brigadir J Ditembak dan Ferdy Sambo - Putri Candrawathi Hadapi Keluarga Yosua

Namun, keterangan Susi itu berubah total saat dicecar majelis hakim di persidangan. 

Awalnya, Hakim anggota meminta Susi untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi di rumah Magelang, Jawa Tengah, pada 4 Juli 2022.

Pada tanggal tersebut, Susi menyebut saat malam hari tengah beres-beres dapur, Putri lantas turun dan beristirahat di sofa depan televisi dan memintanya memanaskan air.

"Terus (Putri) nanya Om Kuwat mana, saya jawab siap bu, ada Bu. Habis itu saya panggil Om Kuwat, Om Kuwat masuk, saya kembali ke dapur, Om Kuwat duduk di lantai dekat ibu," ujar Susi di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022).

Setelah itu, Susi kembali ke dapur. Tidak lama, Brigadir Yosua keluar dan hendak mengangkat Putri Candrawathi ke atas.

Namun, Hakim merasa aneh karena Susi bisa mengetahui jika Brigadir Yosua akan mengangkat Putri padahal dia sudah kembali ke dapur. 

"Kan Om Kuwat masih sama ibu, datanglah Om Josua, habis itu saya jalan ke arah ibu," tutur Susi.

"Yang datang di situ siapa?," tanya hakim.

"Om Kuwat sama Ibu. Richard dan Ricky belum ada. Habis itu Om Josua sempat mau mengangkat ibu, Om Kuwat pengin (melarang) gitu kan, tapi belum (sempat diangkat)," jawab Susi.

Dari jawaban itu, Hakim kembali bertanya soal apakah Yosua sudah mengangkat Putri atau belum karena pernyataannya berbeda dengan BAP.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved