Selasa, 5 Mei 2026

Berita Surabaya

Dinkes Jatim Konfirmasi Temukan 23 Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius

Dinas kesehatan (Dinkes) Jawa Timur mengkonfirmasi, di wilayahnya ditemukan 23 kasus gagal ginjal akut misterius pada anak usia 0 sampai 5 tahun.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana
Kepala Dinkes Jatim, dr Erwin Astha Triyono. 

SURYA.CO.ID,, SURABAYA - Dinas kesehatan (Dinkes) Jawa Timur mengkonfirmasi, di wilayahnya ditemukan 23 kasus gagal ginjal akut misterius pada anak usia 0 sampai 5 tahun.

"Data yang dimiliki Jatim sampai dengan tanggal 20 Oktober pukul 09.30, adalah 23 kasus dengan rincian meninggal dunia 12 kasus, sembuh delapan kasus. Sementara yang dirawat ada tiga kasus, yakni dua kasus di RS dr Soetomo dan satu di RSSA (Rumah Sakit dr Saiful Anwar) Malang," ujar Kepala Dinkes Jatim, dr Erwin Astha Triyono, Jumat (21/10/2022).

Erwin mengatakan, pasien yang tengah dirawat akibat gagal ginjal akut misterius tersebut berasal dari Jatim dan dari luar Jatim.

Lebih lanjut, Erwin menambahkan, data tersebut merupakan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) selama rentang beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Temuan IDAI Jatim, Ada 13 Balita Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal Misterius

Baca juga: BPOM Umumkan Lima Obat Sirup yang Mengandung Cemaran Etilen Glikol dan Dietilen Glikol

Baca juga: Seorang Anak di Madiun Bergejala Gagal Ginjal Akut, Dinkes Tahan Peredaran Obat Sirup

Baca juga: Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Gagal Ginjal Akut di Kota Probolinggo

Meski banyak kasus, Dinkes Jatim belum mengeluarkan edaran terkait adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) gagal ginjal akut misterius pada anak.

"Belum (KLB). Itu semua tergantung (kasus naik atau tidak)," ujarnya.

Erwin menjelaskan, gejala yang umum ditemukan pada anak gagal ginjal akut misterius adalah urine atau kencing yang berkurang. Ditambah dengan demam flu.

"Artinya selama kita curiga itu kencingnya berkurang, maka bisa periksa ke dokter. Kalau kencingnya baik tapi ada flu-nya ya tetap ke rumah sakit," ujarnya.

Dia menyarankan masyarakat untuk tidak mengobati sendiri jika anaknya sakit. Lebih baik dibawa ke dokter agar dapat dianalisa lebih lanjut.

"Jadi saran saya untuk masyarakat kalau sakit apapun jangan diobati sendiri. Kalau perlu dianalisis dokter bisa diketahui lebih awal," ujarnya.

Adapun langkah pencegahan penyakit tersebut, kata dia, perilaku hidup bersih dan sehat.

"Jadi dengan adanya cuaca ini diupayakan untuk nutrisi bagus, hindari kontak udara dingin berlebihan, jadi anak tetap sehat. Kalau ada gejala flu ya ke dokter terdekat," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved