Tragedi Arema vs Persebaya

TGIPF Sebut Indosiar Minta Kick Off Arema FC vs Persebaya Digelar Malam Hari: Nilai Kontrak Besar

Anggota Tim Gabungan Indpeneden Pencari Fakta (TGIPF), Rhenald Kasali mengungkapkan pihak Indosiar minta laga Arema FC vs Persebaya digelar malam hari

Penulis: Dya Ayu | Editor: Iksan Fauzi

SURYA.co.id | MALANG - Anggota Tim Gabungan Indpeneden Pencari Fakta (TGIPF), Rhenald Kasali mengungkapkan broadcaster, yakni Indosiar minta laga Arema FC vs Persebaya digelar malam hari.

Indosiar merupakan pemegang hak siar Liga 1 BRI 2022. Menurut Kasali, laga Armea FC vs Persebaya memiliki nilai kontrak besar.

Hal itu membuat pihak PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) tak bisa menolak permintaan Indosiar tersebut meski aparat kepolisian dan panitia pelaksana dari Arema FC sudah minta laga digelar sore.

Laga malam hari ini jadi salah satu bahan investigasi TGIPF untuk mencari akar masalah terjadinya tragedi Kanjuruhan hingga menewaskan 132 suporter.

"PT LIB mengatakan broadcaster mintanya begitu, harus dipenuhi. Itu menurut LIB," kata Rhenald Kasali, Rabu (13/10/2022).

Terkait laga derbi Jatim tetap nekad digelar malam hari menurut Rhenald, tak lain karena ada faktor kontrak bernilai besar.

Ia mengatakan, akhirnya PT LIB memenuhi permintaan Indosiar pertandingan Arema melawan Persebaya digelar malam hari pukul 20.00 Wib.

"Karena ada kontrak yang nilainya cukup besar," jelasnya.

Kronologi penolakan laga sore hari

Kick off Arema FC VS Persebaya Surabaya tetap digelar malam hari, Sabtu (1/10/2022) pukul 20.00 WIB.

Padahal sebelumnya Panpel Arema FC mengirimkan surat soal ini pada PT LIB tanggal 12 September setelah mendapat arahan dari Polres Malang.

Polres Malang juga mengirimkan surat untuk memperkuat permintaan Panpel Arema FC pada 18 September 2022 pada PT LIB.

Keesokan harinya tepatnya 19 September surat itu dibalas oleh LIB dan berisi menolak perubahan jadwal kick off.

Meski Direktur Utama PT LIB Ahmad Hadian Lukita kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun nampaknya soal jam kick off tak sampai disitu.

Menurut Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Rhenald Kasali, ada campur tangan pihak broadcaster dalam hal itu.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved