Berita Lumajang
Ada Pembangunan Jembatan Gladak Perak, Perhatikan Jam saat Melintasi Piket Nol Lumajang
Mulai 9 Oktober hingga 8 November 2022, jalan penghubung Lumajang-Malang itu tidak bisa sewaktu-waktu dilintasi pengendara.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Pengendara roda dua perlu memperhatikan jam ketika melintasi kawasan Piket Nol Kabupaten Lumajang.
Mulai 9 Oktober hingga 8 November 2022, jalan penghubung Lumajang-Malang itu tidak bisa sewaktu-waktu dilintasi pengendara.
Jalanan ditutup saat jam-jam tertentu karena ada pembangunan Jembatan Gladak Perak.
Diketahui, sebelumnya Jembatan Gladak Perak putus akibat diterjang erupsi Gunung Semeru awal Desember 2021.
Sejak Maret lalu jembatan tersebut mulai dibangun ulang.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Gladak Perak di Lumajang Ditarget Selesai Desember 2022
Kini proyek tersebut sudah memasuki tahap pemasangan rangka baja pada badan jembatan.
Nah, pengerjaan pemasangan rangka baja pada badan jembatan ini cukup memiliki risiko tinggi jika kawasan di sana tidak steril dari lalu lalang pengendara.
Sebab, kegiatan itu bakal banyak melibatkan alat berat. Oleh karena itu, jalan ditutup saat jam-jam kerja.
Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Radyati Putri Pradini menjelaskan, selama satu bulan lalu lalang kendaraan akan ditutup sejak pukul 08.00-12.00 WIB.
Baca juga: Waspada, Piket Nol Kabupaten Lumajang Rawan Longsor Meski Musim Kemarau
Namun, pukul 12.00- 13.00 jalur dibuka. Sebab, di jam tersebut pekerja menghentikan pekerjaan karena masuk waktu istirahat.
"Setelah jam 13.00 jalan ditutup lagi sampai pukul 17.00," kata Putri.
Putri menuturkan, lepas pukul 17.00, jalan Piket Nol setelah itu dibuka lagi.
Pengendara diperbolehkan melintas hingga pukul 08.00.
Penutupan jalur ini berlaku baik dari arah Lumajang maupun Malang.
Baca juga: Jembatan Piket Nol Masih Dibangun, Jalur Selatan Lumajang-Malang Baru Bisa Diakses Sebulan Lagi
Putri berpesan saat jalan ditutup pengendara diminta untuk mencari jalan alternatif.
Salah satu jalur yang memungkinkan bisa dilintasi yakni Curah Kobokan.
Namun, masyarakat diharapkan selalu waspada ketika melintasi jalur alternatif tersebut.
Sebab, biasanya ketika lereng Gunung Semeru diguyur hujan deras jalur alternatif tersebut rawan terdampak banjir lahar.
BACA BERITA SURYA.CO.ID DI GOOGLE NEWS LAINNYA