Berita Surabaya
Pemerintah Taiwan Hadirkan 60 Perguruan Tinggi dalam Pameran Pendidikan THEF 2022
Jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi tercatat naik dari yang sebelumnya 47 universitas pada Maret 2022 lalu.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Taiwan Higher Education Fair (THEF) 2022 menghadirkan 60 perguruan tinggi dalam pameran pendidikan yang dilakukan secara daring.
Jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi tercatat naik dari yang sebelumnya 47 universitas pada Maret 2022 lalu.
Menurut data statistik resmi Kementerian Pendidikan Taiwan, pada tahun 2020 jumlah pelajar dari Indonesia mencapai 13.810.
Sementara pada tahun 2021 meningkat menjadi 16.000 pelajar.
Hal tersebut menjadikan Indonesia menjadi negara kedua terbesar yang menyumbang pelajar asing bagi Taiwan.
Prof Dr Ying-Huei Chen, perwakilan dari Asia University menyebutkan bahwa dalam gelaran THEF kali ini, pemerintah Taiwan menyediakan berbagai jenis beasiswa.
Salah satu yang paling bergengsi adalah Beasiswa MOE Taiwan.
Selain itu, masing-masing universitas juga menyediakan beasiswanya sendiri.
Mulai dari hibah perjalanan, pembebasan biaya kuliah, hingga beasiswa penuh.
“Tahun 2022 kami mengharapkan sekitar 17.000 pelajar Indonesia. Trennya meningkat dan meningkat dari tahun ke tahun, hasil yang baik menunjukkan keberhasilan Taiwan Higher Education Fair seperti ini,” ungkap Prof Chen, Kamis (6/10/2022).
Dalam sambutannya, Prof Ir Nizam MSc, Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti Ristek), Kemendikbud menandaskan, THEF adalah acara yang sangat menarik dan sangat penting untuk memperkenalkan kepada para pelajar Indonesia mengenai kuliah di Taiwan.
“Saya harap kesempatan ini dapat membawa lebih banyak pelajar dari Indonesia untuk belajar ke Taiwan. Saya juga berharap para pelajar Taiwan dapat merasakan pengalaman belajar di Indonesia. Program pertukaran pelajar ini saya rasa akan saling menguntungkan bagi kedua negara dan universitas dalam memperkuat kerjasama,” ujarnya.
Ia juga turut memperkenalkan Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), dimana setiap tahun ada ratusan pelajar yang dikirim untuk studi ke luar negeri.
Dia melanjutkan, tahun ini Kemenristekdikti telah mengirimkan hampir 2.000 pelajar untuk belajar ke luar negeri.
“Saya percaya ini juga termasuk untuk Taiwan. Saya harap kegiatan mobilitas pelajar dapat diadakan melalui pertukaran pelajar dengan pelajar taiwan untuk belajar di Indonesia selama satu semester maupun program sarjana. Ini akan menjadi investasi yang baik untuk memupuk kolaborasi bagi kedua negara,” kata Prof Nizam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pameran-pendidikan-yang-dilakukan-secara-daring.jpg)