Berita Gresik

Pelaku Dugaan Perusakan Warung di Gresik Bebas, JPU Langsung Banding

Adhimas tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terang-terangan bersama yang mengakibatkan kekerasan

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
istimewa
Persidangan secara online yang memutus terdakwa Adhimas Bayu Wijaya Putra bebas, Rabu (5/10/2022). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Terdakwa Adhimas Bayu Wijaya Putra (19), warga Desa Balongtunjung, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik akhirnya bebas setelah tidak terbuktu melakukan pengerusakan warung seperti yang didakwakan sebelumnya.

Keputusan bebas terhadap Adhimas dilakukan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang digelar secara daring, Rabu (5/10/2022).

Dalam putusan majelis hakim PN Gresik yang dibacakan Rina Indrajanti, perbuatan terdakwa Adhimas tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terang-terangan bersama, yang mengakibatkan kekerasan terhadap barang atau mengakibatkan luka-luka.

“Membebaskan terdakwa dari dakwaan primer dan subsider. Memerintahkan agar terdakwa segera dibebaskan segera setelah putusan ini diucapkan,” kata Rina dalam persidangan secara online.

Sementara barang bukti berupa sepeda motor Honda Revo tanpa nomor polisi, kaos warna hitam, sebuah jaket, pecahan kaca dan batu, dirampas untuk dimusnahkan.

Terpisah, penasihat hukum terdakwa Adhimas yaitu Faridatul Bahiyah dari Biro Bantuan Hukum (BBH) Juris Law Firm di Kantor Graha Bunder 2 bersyukur atas putusan majelis hakim yang membebaskan kliennya.

“Kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Majelis Hakim PN Gresik atas putusan bebas klien kami. Semoga, klien kami bisa kembali ke masyarakat dengan baik,” kata Faridatul.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik, Aliffian Fahmi Annashri telah menuntut pidana penjara terhadap terdakwa selama 10 bulan dikurangi masa tahanan. “Atas putusan ini, jaksa banding,” kata Faridatul Bahiyah, mengutip jawaban jaksa saat dikonfirmasi majelis hakim.

Seperti diketahui, pada 30 April 2022, pukul 20.30 WIB, terdakwa bersama temannya berboncengan motor menuju ke Driyorejo melalui Jalan Raya Menganti. Ternyata saat pulang ada konvoi dan terjadi pengerusakan menggunakan batu pada warung penjual mie ayam.

Dari lemparan batu tersebut melukai pedagang. Diduga perbuatan tersebut dilakukan terdakwa. Namun, dalam persidangan tidak terbukti. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved