Tragedi Arema vs Persebaya

KontraS: Tragedi Kanjuruhan Akibat Kelalaian Penyelenggara dan Tindakan Berlebihan Aparat

Ratusan orang suporter meninggal dalam tragedi Kanjuruhan, dianggap KontraS sebagai kelalaian penyelenggara dan tindakan berlebihan aparat. 

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Luhur Pambudi
Sekjen Federasi KontraS Surabaya, Andy Irfan. 

Ia juga menghendaki secara tegas, Kapolri mencopot Irjen Nico Afinta dari jabatannya sebagai Kapolda Jatim. 

Bahkan, khusus untuk AKBP Ferli Hidayat, Andy Irfan mendesak untuk menyampaikan permohonan maaf kepada anggota keluarga korban tewas dan korban luka. 

"Dari temuan-temuan itu, selayaknyalah Kapolri minta maaf. Selayaknyalah kapolda tidak usah bertele-tele bicara yang enggak-enggak, pakai hal-hal yang tidak faktual. Selayaknyalah kapolda minta maaf kalau perlu mundur, enggak perlu dipecat. Selayaknyalah kapolres datang ke korban satu per satu minta maaf, kalau perlu mundur dari jabatan, enggak perlu dipecat," jelasnya. 

Andy Irfan juga mengkritisi cara kerja Pemprov Jatim dalam melakukan pendataan para korban yang sempat simpang siur mengenai jumlah pasti korban tewas. 

Ia tak menampik adanya niat baik dari Gubernur Jatim untuk memberikan santunan kepada para korban. 

Seyogyanya, harap Irfan, Pemprov Jatim tidak hanya sebatas berhenti pada pemberian belas kasihan. Melainkan, kepastian penanganan hukum atas insiden kerusuhan tersebut. 
 
"Harus ada kesimpulan yang utuh, apakah ini kelalaian petugas atau bukan. Kalau ini kelalaian petugas, maka bukan santunan yang dibutuhkan, tapi restitusi harusnya diberikan," pungkasnya. 

Sekadar diketahui, Manajemen Arema FC membantah soal dugaan menjual tiket pertandingan Arema Vs Persebaya Surabaya melebihi kapasitas stadion.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji memastikan pihaknya tidak menjual tiket melebihi kapasitas stadion.

“Tiket itu tidak melebihi batas kuota. Bisa disaksikan saat pertandingan, tidak ada satupun luberan penonton di area shuttle ban. Silakan lihat dalam video pertandingan yang disiarkan langsung. Kami bicara fakta dan memang tidak ada yang meluber ke shuttle ban,” kata Sudarmaji, Senin (3/10/2022).

Perlu diketahui, dalam laga Arema FC vs Persebaya, Panpel menjual tiket sebanyak 42 ribu

Sementara itu, soal penuturan korban yang mengaku sejumlah pintu keluar stadion tertutup saat kerusuhan, hingga membuat suporter kesulitan menyelamatkan diri dari gas air mata.

Sudarmaji mengatakan hal itu masuk dalam investigasi pihak berwenang.

"Tunggu saja investigasinya, apa benar ditutup atau tidak. Saat ini manajemen Arema fokus untuk tanggap darurat sesuai arahan pak Menko PMK," pungkasnya. 

Kemudian, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit mencopot jabatan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Pencopotan tersebut diumumkan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat gelar jumpa pers di Polres Malang pada Senin (3/10/2022).

Pencopotan tersebut sebagai buntut peristiwa Tragedi Stadion Kanjuruhan pada laga Arema FC melawan Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved