Senin, 27 April 2026

Berita Surabaya

Isu Pertalite Jadi Boros Setelah Harga Naik, Pertamina: Lakukan 7 Quality Control Sebelum Dikirim

Pertamina sebut ada tujuh proses Quality Control Pertalite sebagai langkah memastikan seluruh produknya sesuai spesifikasi dan memenuhi standar

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
SURYA.CO.ID/Habibur Rohman
STOK TERJAGA - Menanggapi serbuan konsumen pada akibat adanya isu akan ada kenaikan harga pada sejumlah bahan bakar, konsumsi BBM di Jatim mengalami peningkatan. Hingga akhir Agustus ini tercatat untuk Gasoline (bahan bakar bensin) mengalami kenaikan 7-8% dan Gasoil (bahan bakar solar) sebesar 10% KL per hari. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - Ada keluhan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang disebut lebih boros dan bertekstur beda setelah harga naik.

Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), membeberkan tujuh proses Quality Control sebagai langkah memastikan seluruh produknya sesuai spesifikasi dan memenuhi standar yang telah ditentukan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyatakan bahwa, proses Quality Control ini dimulai sejak produk BBM masuk ke tanki timbun di Fuel Terminal (TBBM) hingga tepat sebelum disalurkan menuju SPBU.

“Proses Quality Control sebuah produk BBM sebelum bisa dinyatakan layak didistribusikan  menuju SPBU ini dimulai dari saat produk tersebut disuplai dari kilang atau impor, saat  penyimpanan, hingga sebelum disalurkan ke SPBU," jelas Irto, Kamis (29/9/2022).

Dalam tiap-tiap proses, produk BBM  tersebut harus dinyatakan layak, memenuhi syarat atau standar spesifikasi yang ditentukan Dirjen Migas, jika uji sample tidak layak, tidak akan bisa keluar dari Terminal BBM.

Sebelum produk BBM bisa masuk tanki timbun di Fuel Terminal, Pertamina terlebih dahulu memastikan produk BBM yang disuplai dari kilang ataupun impor memiliki certificate of quality.

"Setelah dipastikan certificate of quality-nya, produk BBM yang disuplai lewat pipa akan diuji  speknya selama pemompaan ke tanki timbun," jelas Irto.

Proses suplai melalui kapal juga dilakukan pengujian.

Sebelum dipompa ke tanki timbun,  produk BBM dalam kapal tersebut akan di uji dulu kelayakannya.

Jika sudah sesuai dengan spek, uji juga dilakukan selama pemompaan produk BBM dari kapal ke tanki timbun.

“Ini adalah tahap awal. Jadi sebelum sebuah produk BBM bisa benar-benar masuk ke tanki  timbun, sudah ada beberapa proses Quality Control untuk memastikan produk yang disuplai  kepada Fuel Terminal sesuai dengan spesifikasi dan standar untuk dijual kepada masyarakat,”  lanjut Irto.

Saat penyimpanan di tanki timbun, proses Quality Control juga tetap dilakukan secara periodik.

Produk BBM secara berkala diuji tepat setelah proses pemompaan baik dari pipa kilang atau  impor, hingga sebelum disalurkan ke mobil tanki.

Sebelum mobil tanki dapat keluar dari Fuel Terminal BBM dan menuju SPBU tujuannya, produk BBM akan kembali diuji di pintu keluar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved