Konsorsium 303

DUGAAN Kuat Konsorsium 303 Ferdy Sambo Terlibat Perdagangan Manusia di Kamboja dan IPW Bongkar Upeti

Muncul dugaan kuat keterlibatan Konsorsium 303 Ferdy Sambo dalam perdagangan manusia di Kamboja yang diungkap oleh Pusat Studi Migrasi Migrant Care.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com
Ferdy Smabo dan istrinya, Putri Candrawathi saat mengikuti rekonstruksi. Dugaan kuat Konsorsium 303 Ferdy Sambo terlibat perdagangan manusia di Kamboja dibongkar Pusat Pekerja Migran, sementara IPW membongkar dugaan pemberian upeti bernilai ratusan miliar per bulan ke oknum polisi. 

SURYA.co.id - Muncul dugaan kuat keterlibatan Konsorsium 303 Ferdy Sambo dalam perdagangan manusia di Kamboja yang diungkap oleh Pusat Studi Migrasi Migrant Care.

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pun diminta Anggota Komisi IX DPR RI Alifudin untuk menyelidiki.

Di sisi lain, dugaan keterlibatan Konsorsium 303 dalam pembiayaan jet pribadi yang dipakai anak buah Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan ke Jambi dibongkar oleh Indonesia Police Watch (IPW).

IPW juga membongkar upeti bernilai ratusan miliar per bulan untuk para oknum polisi.

Terkait dugaan upeti ratusan miliar tersebut ada di artikel di bawah ini.

Seperti diketahui, Ferdy Sambo merupakan mantan Kadiv Propam Polri yang terlibat dalam pembunuhan ajudannya, Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Ferdy Sambo tak sendiri. Empat tersangka lainnya adalah istrinya, Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal, Bharada E atau Richard Eliezer dan Kuwat Maruf.

Empat tersangka telah ditahan oleh Bareskrim Polri, sementara istri Ferdy Sambo tidak.

Terbongkarnya Konsorsium 303 berawal dari penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.

Dugaan pedagangan manusia

Dugaan kuat Konsorsium 303 Ferdy Sambo terlibat perdagangan manusia di Kamboja dibongkar Pusat Pekerja Migran, sementara IPW membongkar dugaan pemberian upeti bernilai ratusan miliar per bulan ke oknum polisi.
Dugaan kuat Konsorsium 303 Ferdy Sambo terlibat perdagangan manusia di Kamboja dibongkar Pusat Pekerja Migran, sementara IPW membongkar dugaan pemberian upeti bernilai ratusan miliar per bulan ke oknum polisi. (Kompas.com)

Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah menyebut adanya kemungkinan Konsorsium 303 Ferdy Sambo terlibat dengan kasus WNI korban perdagangan manusia di Kamboja.

"Apakah mereka ada yang menjadi korban konsorsium 303 atau tidak, dugaannya ada. Jaringannya terhubung, termasuk konsorsium 303 yang ramai itu,” kata Anis di Kedubes AS Jakarta, Rabu (21/9).

Terkait dengan penyelidikan, Alifuddin mendukung anggaran BP2MI dinaikkan, jika itu memang menjadi kendala untuk penyelidikan.

"Kalau memang dampak dari anggaran kecil untuk BP2MI yang membuat gerakannya terbatas, maka kita harus bersama menyepakati untuk menaikkan anggaran yang dialokasikan kepada BP2MI," terang wakil dari faksi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Selain BP2MI, Anis juga meminta pemerintah dan Polri untuk terjun menyelidiki kasus ini.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved