Berita Lumajang

Penambang Pasir Demo Minta Kelonggaran Pakai Mesin Sedot, Begini Reaksi Bupati Lumajang Thoriqul Haq

Para sopir dan penambang pasir meminta Pemkab Lumajang memberi kelonggaran soal larangan menambang pasir menggunakan mesin sedot.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
tony hermawan/surya.co.id
Ratusan penambang pasir saat melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Lumajang, Senin (26/9/2022). 

Berita Lumajang

SURYA.co.id | LUMAJANG - Para sopir dan penambang pasir melakukan aksi demo di depan Kantor Pemkab Lumajang, Senin (26/9/2022).

Kedatangan mereka ini meminta Pemkab Lumajang memberi kelonggaran soal larangan menambang pasir menggunakan mesin sedot.

Alasannya, jika aktivitas tambang dilakukan dengan cara manual, hasil yang didapat hanya sedikit.

"Ditambah lagi, kualitas pasir tidak sebaik yang diambil menggunakan mesin sedot. Kalau manualan gak nutut, kadang stockpile juga tidak mau karena pasirnya merah, gimana solusinya kalau sedotan tidak boleh," teriak salah satu peserta aksi.

Menanggapi hal itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, beberapa hal yang disampaikan oleh pengunjuk rasa akan didiskusikan untuk mencari solusinya.

Sebab, ketentuan perihal perizinan dan pengelolaan aktivitas pertambangan menjadi wewenang pemerintah pusat.

Selain itu jika menambang pasir menggunakan mesin sedot bisa menyebabkan kerusakan lingkungan.

"Kalau nambang pakai alat sedot memang dilarang, peraturannya memang seperti itu, tapi yang jelas ini dilarang karena kalau nyedot itu merusak lingkungan, pakai manual saja lah," pungkas Thoriq.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved