Gubernur Papua Tersangka

Beda Dengan Jokowi Minta Lukas Enembe Hormati Hukum, Anggota DPR Asal Papua malah Minta Ini

Gubernur Papua, Lukas Enembe dua kali mangkir dari panggilan KPK atas dugaan kasus gratifikasi Rp 1 miliar hingga Presiden Jokowi angkat suara.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com
Presiden Jokowi dan Gubernur Papua, Lukas Enembe. Beda dengan Presiden Jokowi yang minta Lukas Enembe hormati hukum panggilan KPK, seornag anggota DPR asal Papua malah minta ini. 

SURYA.co.id - Gubernur Papua, Lukas Enembe dua kali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus gratifikasi Rp 1 miliar hingga Presiden Jokowi angkat suara.

Presiden Jokowi meminta Lukas Enembe menghormati hukum, termasuk panggilan dari KPK untuk diperiksa sebagai tersangka dugaan gratifikasi.

Menghormati pernyataan Presiden Jokowi, kuasa hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening mengatakan, kliennya sedang sakit ginjal, jantung bocor, diabet dan darah tinggi.

Alasan itu membuat Lukas Enembe belum bisa menghadiri panggilan KPK.

Roy menyarankan supaya KPK mengirimkan dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan Lukas Enembe bersama dokter pribadi di Jayapura.

Di sisi lain, berbeda dengan pernyataan Presiden Jokowi, anggota DPR dari Papua, John NR Gobai meminta KPK tak mengambil tindakan yang dapat menimbulkan konflik dalam kasus Lukas Enembe.

"Kesehatan beliau yang masih membutuhkan pengobatan, untuk itu demi kemanusiaan, kami meminta agar pihak KPK mempertimbangkan kondisi kesehatan dengan memperlakukan secara manusiawi, tidak mengambil langkah yang kami duga dapat menimbulkan konflik," ujar Gobai saat ditemui di Kantor Komnas HAM, Senin (26/9/2022).

Gobai mengingatkan kepada KPK agar tidak menimbulkan masalah baru dalam penegakan kasus korupsi Lukas Enembe.

Pasalnya, menurut Gobai, masyarakat Papua menginginkan perdamaian bukan permusuhan.

"Kita mau menyelesaikan masalah, tapi jangan menimbulkan persoalan baru. Kami orang Papua ingin damai, ingin tenang, ingin nyaman tinggal di atas negeri kami," ujarnya.

Presiden Jokowi: hormati hukum

Presiden Joko Widodo menekankan Indonesia belum terbebas dari Covid-19. Presiden Jokowi kembali meminta masyarakat menggunakan masker, baik di dalam dan di luar ruangan
Presiden Joko Widodo menekankan Indonesia belum terbebas dari Covid-19. Presiden Jokowi kembali meminta masyarakat menggunakan masker, baik di dalam dan di luar ruangan (bali.kemenag.go.id)

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengingatkan kedudukan semua pihak yang setara di mata hukum.

Presiden meminta Lukas Enembe menghormati panggilan pemeriksaan yang dilayangkan KPK.

"Semua sama di mata hukum. Dan saya sudah sampaikan agar semuanya menghormati panggilan KPK dan hormati proses hukum yang ada di KPK. Semuanya," ujar Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (26/9/2022).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved