Berita Gresik

Menteri Menko BPMK Tantang Lulusan UMG Berperan Aktif Kurangi Angka Pengangguran di Gresik

Pesan saya kepada adik-adik semuanya, lulus ini bukan selesai pekerjaan kita, tapi ini menjadi tantangan.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
surya/mochammad Sugiyono
Menko BPMK Prof. Dr. Muhajir Effendi (Kanan) bersama Rektor UMG meninggalkan prosesi Wisuda, Minggu (25/9/2022). 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (BPMK), Muhajir Effendi menaruh harapan besar kepada para lulusan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) setelah kembali ke masyarakat.

Salah satunya adalah mengambil peluang dari keberadaan kawasan ekonomi Kusus (KEK) di Gresik, dan bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Gresik yang saat ini mencapai 8,3 persen.

“Alumni UMG harus bisa memanfaatkan ekosistem yang bisa mengembangkan diri sebagai seorang yang kreatif. Dan ikut serta dalam meningkatkan lapangan kerja di Gresik, sebab angka rata-rata pengangguran di Gresik masih tinggi yaitu 8,3 persen,” kata Muhajir saat menghadiri wisuda UMG, Minggu (25/9/2022).

Lebih lanjut Muhajir menambahkan, angka rata-rata pengangguran di Gresik sangat tinggi dibandingkan rata-rata pengangguran nasional pada tahun 2022.

“Rata-rata pengangguran nasional sekarang pada 2022 sekitar 5,86 persen. Sehingga diharapkan UMG dan perguruan lain di Gresik ikut menuntaskan angka pengangguran,” imbuh Muhajir saat didampingi Rektor UMG, Nadhirotul Laily.

Muhajir menambahkan, para alumni UMG bisa mengambil peluang adanya KEK JIIPE dengan adanya Smelter Freeport Indonesia dan industri-industri lain. “Jangan sampai kehilangan peluang, yang diisi dari masyarakat luar walaupun masyarakat luar juga warga Indonesia. Tetapi masyarakat Gresik dapat memanfaatkan peluang dengan baik,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Gresik, Hj Aminatun Habibah (Bu Min) mengucapkan selamat kepada para wisudawan UMG. Diharapkan mereka bisa menciptakan lapangan kerja, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di Gresik yang rata-rata 8,3 persen.

“Pesan saya kepada adik-adik semuanya, lulus ini bukan selesai pekerjaan kita, tapi ini menjadi tantangan. Setelah lulus apa yang bisa dilakukan. Tidak hanya bisa mendapatkan pekerjaan, tetapi bisa menciptakan tenaga kerja,” pesan Bu Min.

Lebih lanjut Bu Min menambahkan, selama ini Pemkab Gresik telah menggandeng SMK dengan industri untuk menyerap tenaga dari SMK dan membuat pelatihan dengan Disnaker. “Pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin, namun karena pandemi Covid-19 berdampak besar terhadap industri. Sehingga angka pengangguran di Gresik meningkat,” katanya.

Rektor UMG periode 2021-2025 Pengganti Antar Waktu, Nadhirotul Laily, S.Psi, M.Si, Psikolog, juga memberi pesan kepada 501 lulusan UMG.

Ia menyampaikan bahwa kunci sukses bukan semata karena kuliah di tempat favorit, bukan pula karena lulusan cumlaude atau terbaik. Tetapi karena memiliki life skill, kejujuran, kepercayaan, dan kharakter yang kuat sebagai generasi millineal.

“Diharapkan, alumni UMG ini mampu memanfaatkan peluang dan akses pekerjaan baru yang tidak dikenal sebelumnya dengan berbagai teknologi digital sekarang ini,” kata Nadhirotul.

Seperti diketahui, Universitas Muhammadiyah Gresik telah menggelar wisuda XLI di Graha Kartini Jalan RA Kartini 148. Ada 501 wisudawan yang diwisuda dari Program Sarjana (S1) serta Magister (S2) dari 8 Fakultas dan 1 Program pascasarjana. Wisuda XLI juga diikuti oleh 19 program studi, 472 wisudawan dari program sarjana dan 29 wisudawan dari program pascasarjana. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved