Berita Lamongan

Napi Lapas Lamongan Menangis Karena Tak Bisa Menikahkan Putrinya, Tunjuk Petugas KUA Jadi Wali Nikah

baik penyerahan hak wali maupun pernikahan yang diselenggarakan di Lapas merupakan salah satu hak setiap WBP.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Prosesi penyerahan hak wali nikah dari Moch Suud kepada petugas KUA Deket di Lapas Kelas IIB Lamongan, Kamis (22/9/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Suasana di Lapas Kelas IIB Lamongan mendadak diliputi haru dan terdengar suara tangis, Jumat (23/9/2022). Situasi itu terjadi ketika seorang penghuni lapas terpaksa menyerahkan hak perwalian kepada petugas KUA agar bisa menikahkan putrinya dengan pria pilihannya.

Tangis itu pecah dari Moch Suud, seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Lamongan ketika secara resmi menyerahkan hak wali nikah pada petugas KUA Deket. Suud masih harus melanjutkan hidup di Lapas, sedangkan putrinya tetap harus melangsungkan pernikahan dengan lelaki pilihannya.

Ini adalah proses perwalian untuk si putri. Calon pengantin putri harus bertandang ke Lapas Kelas IIB di Jalan Sumargo Lamongan untuk menemui orangtuanya agar mendapat restu hak perwalian.

"Dengan penyerahan hak perwalian itu, maka Suud tidak bisa mendampingi putrinya saat akad nikah, lantaran masih menjalani masa hukuman," kata Kasi Binadik & Giatja Lapas Kelas IIB Lamongan, Dwi Ahmad S.

Hari yang paling membahagiakan bagi putrinya itu berubah haru, tangis Suud pecah saat mempercayakan dan menyerahkan putrinya kepada seorang wali nikah dari petugas KUA Kecamatan Deket.

Sang putri juga tak kuasa menahan tangis, ia sedih bapaknya masih menjalani hukuman di penjara dan tidak bisa secara langsung menikahkan dirinya. Namun mau tidak mau, Suud harus mengikhlaskan putrinya dengan wali yang ditunjuknya.

Dwi Ahmad mengungkapkan, pihak lapas memberikan fasilitas pada masyarakat dengan tetap berpedoman pada aturan. Masyarakat bisa terlayani, termasuk urusan pernikahan. "Tangis WBP tak terbendung ketika petugas KUA berjabat tangan saat pelimpahan wali diucapkan, " kata Dwi Ahmad.

Ditegaskan, apa yang terjadi di lapas itu bukan proses pernikahan, tetapi prosesi penyerahan hak wali nikah bagi calon mempelai putri kepada KUA . “Jadi ini WBP Lapas Lamongan menyerahkan hak wali nikah putrinya kepada pihak KUA," katanya.

Ditambahkan, baik penyerahan hak wali maupun pernikahan yang diselenggarakan di dalam Lapas merupakan salah satu hak setiap WBP.

Hanya saja harus ada persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk harus ada surat permohonan dan jaminan keluarga serta harus menyertakan surat keterangan hendak menikah dari Kantor kelurahan dan KUA setempat. Selama secara administrasi bisa dipenuhi, Lapas akan memberi fasilitas yang menjadi hak para WBP. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved