Berita Blitar

Untung Tidak Ditelan Sekalian, Pengecer di Blitar Pura-Pura Makan Mie Kremes Ternyata Berisi Sabu

petugas menemukan dua plastik kecil berisi sabu dan pil koplo. Seketika Rizki lemas dan tidak lagi kepedasan

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
ilustrasi kompas.com
ILUSTRASI SABU NARKOBA 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Pengungkapan kasus narkoba sampai level terendah di masyarakat, tidak mungkin bisa dilakukan kalau polisi tidak memiliki jam terbang tinggi dan kejelian. Sebelum menangkap pengecer sabu yang licin seperti Rizki (17), Minggu (18/9/2022) malam, petugas Satnarkoba Polres Blitar nyaris tidak menemukan barang bukti namun kejelian dan intuisi tajam petugas pun mendapat hasil mengejutkan.

Setelah tidak ada barang bukti yang ditemukan selama penggeledahan, warga Desa Dawung, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri itu ternyata menyembunyikan dua klip plastik di dalam kemasan mie kremes yang sedang dimakannya.

Rizki yang ditangkap di dekat Candi Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar itu, sengaja memasukkan dua klip masing-masing berisi 0,75 sabu dan 101 butir pil koplo dalam kemasan mie kremes. Malah, ia sempat berlagak kepedasan saat mengunyah mie ketika petugas mendatanginya.

Untungnya, barang bukti tidak ikut tertelan ketika pelaku makan mie kremes sehingga dengan cepat petugas menyitanya. "Untungnya anggota kita cukup jeli sehingga berhasil menemukan barang buktinya," ujar AKP Rokani, Kasat Narkoba Polres Blitar, Senin (19/9/2022).

Barang bukti yang disita memang tidak banyak namun proses penangkapan terhadap pria lajang itu membuat petugas memutar otak. Polisi sebelumnya mendapat informasi dari seseorang yang ditangkap karena membeli barang dari Rizki, dan melakukan perburuan selama beberapa hari.

Ternyata Rizki tidak pergi ke Blitar setiap hari, kecuali ketika ada orang atau pelanggan memesan barang. "Yang kami amankan sabu sebanyak 0,75 gram dan pil double L 101 butir," ungkapnya.

Rokani menjelaskan, seseorang yang sebelumnya memesan barang mengaku tidak kenal baik dengan Rizki sehingga tidak tahu asal usul dan rumahnya. "Jadi petugas yang melakukan penelusuran sendiri dan mencari informasi mengenai pengecer ini. Kami terus memantaunya, terutama kapan melakukan transaksi ke Blitar," ungkap Rokani.

Dan malam itu apes bagi Rizki karena saat sedang dalam perjalanan menuju ke arah Blitar ternyata petugas mengenalinya dari ciri-ciri yang diberikan pelanggannya. Tetapi pelaku tidak melewati jalan raya Kediri-Blitar, melalui Kecamatan Srengat melainkan lewat depan Candi Prambanan, yakni jalur Kecamatan Wates (Kediri) dan Kecamatan Nglegok (Blitar).

Jalur tersebut ramai meski malam hari karena di Kecamatan Nglegok ada Pasar Patok, yang tak pernah sepi baik siang maupun malam. "Petugas menunggu di sekitaran pasar buah itu dan mengenai dari ciri-cirinya," tuturnya.

Sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku melintas mengendarai sepeda notor sendirian menuju ke arah Kota Blitar. Tahu buruannya muncul, petugas menguntitnya sampai di dekat Candi Penataran atau Desa Penataran, Kecamatan Nglegok.

Dua petugas turun dari mobil lalu mendekatinya. Mungkin sudah curiga kalau dua pria yang mendatanginya adalah polisi, Rizki mencoba tidak terlihat gugup. Ia malah mengeluarkan jajanan mie kremes lalu memakannya.

Mata petugas lapangan yang terlatih tentu tak bisa terkelabui bahasa tubuh budak narkoba, karena tidak wajar orang dewasa membawa bekal berupa makanan anak-anak yaitu mie kremes. Petugas membiarkan Rizki berakting, karena saat disapa ia mengaku kepedasan memakan mie kremes yang dibawanya. "Ini bos, lagi makan mie kremes, pedas pol," kata Rizki sambil menunjukkan bungkus mie kremes ke arah petugas.

Setelah basa-basi sebentar, petugas menggeledahnya namun tidak menemukan apa pun di pakaian dansepeda motornya. Polisi sudah punya naluri bahwa pemeriksaan harus dilakukan pada benda apa pun yang dibawa pengedar, kali ini mata petugas mengarah pada kemasan mie kremes di tangan Rizki.

Setelah kemasan mie diperiksa, petugas menemukan dua plastik kecil berisi sabu dan pil koplo. Seketika Rizki lemas dan tidak lagi kepedasan setelah aktingnya terbongkar. "Anggota yang bekerja di lapangan rata-rata jeli semua. Itu buat mengantisipasi para pelaku yang cerdik saat menyembunyikan barang seperti itu," pungkasnya. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved