Berita Kota Kediri

TPID Salurkan Bantuan 3000 Bibit, Warga Kota Kediri Ikut Kendalikan Inflasi dengan Bertanam Cabai

panen dari P2L bisa dijual dan dibeli masyarakat luas sehingga bisa menambah penghasilan para anggota kelompok wanita tani.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri memberikan bantuan bibit cabai organik untuk 10 Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Kediri, Senin (19/9/2022). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Kalau pembudidayaan massal berhasil, Kota Kediri mungkin akan menjadi kota cabai. Ini setelah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri bersama Bank Indonesia Kediri memberikan bantuan bibit cabai organik untuk 10 Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Kediri, Senin (19/9/2022).

P2L merupakan kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat untuk budidaya berbagai jenis tanaman melalui kegiatan kebun bibit, demplot, pertanaman, dan pasca panen serta pemasaran. Jumlah yang diberikan sebanyak 3.000 bibit cabai organik kepada 10 titik P2L di Kota Kediri. Sehingga masing-masing P2L menerima 300 bibit cabai organik.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Mohammad Ridwan saat mendampingi serah terima bibit cabai mengatakan, bantuan bibit tersebut dalam rangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang dicanangkan BI secara nasional di seluruh daerah.

Nantinya masyarakat bisa berperan aktif dalam mengendalikan inflasi, terutama akibat kenaikan harga BBM, dengan melakukan budidaya tanaman produktif dan ekonomis yaitu cabai. Petugas akan selalu melakukan pendampingan melalui penyuluh pertanian hingga nanti proses panen dari tanaman cabai tersebut.

“Cabai dipilih karena merupakan salah satu komoditas yang harganya fluktuatif naik turun, apalagi beberapa waktu lalu harganya cukup tinggi. Dengan bantuan bibit ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah, murah dan tidak terpengaruh dengan kenaikan harga di pasaran,” jelas Ridwan.

Ridwan menghimbau kepada kelompok wanita tani P2L untuk memanfaatkan pupuk organik dan kompos serta mengurangi penggunaan pupuk kimia.

“Nantinya tidak menutup kemungkinan kita arahkan untuk menanam sayuran organik, namun saat ini masih kita upayakan untuk sayur sehat dengan menjauhkan dari pestisida dan pupuk kimia sehingga nanti ketika dikonsumsi masyarakat itu benar-benar aman," jelasnya.

Petugas sangat merekomendasikan memanfaatkan pupuk organik, kompos untuk bisa dimanfaatkan sebagai media tanam. Dan sudah dibuktikan, ternyata dengan pupuk organik hasilnya tanaman tumbuh bagus dan subur.

Ridwan berharap hasil panen dari P2L bisa dijual dan dibeli masyarakat luas sehingga bisa menambah penghasilan para anggota kelompok wanita tani.

“Tujuan utamanya ini bisa survive dan bisa menambah income. Sudah dibuktikan ibu-ibu bahwa produknya ini bisa menghasilkan income dengan cara produknya bisa dijual baik di pasar premium seperti di supermarket maupun dijual secara online. Sehingga bisa menginspirasi masyarakat untuk melakukan hal yang sama,” harapnya.

GNPIP dilakukan melalui 4 aksi nyata, yaitu deklarasi komitmen bersama pelaksanaan operasi pasar secara serentak untuk stabilisasi harga pangan, perluasan kesepakatan kerja sama perdagangan antar daerah untuk menjaga keberlangsungan pasokan dan mengurangi disparitas harga antar daerah, gerakan urban farming merdeka, dan program sosial BI berupa pemberian sarana dan prasarana pendukung pertanian.

Pembagian bibit cabai itu termasuk dalam kegiatan urban farming mendorong gerakan pertanian perkotaan agar masyarakat di kota juga bisa memproduksi pangannya sendiri. Bibit cabai organik diharapkan dapat membantu pengendalian inflasi khususnya di Kota Kediri karena harga cabai sering fluktuatif.

Sementara Dini Anik Lestari, Ketua Kelompok Wanita Tani Exotree di Kelurahan Mojoroto mengatakan, 30 anggotanya sudah aktif mengolah lahan seluas 400 meter persegi untuk kegiatan P2L sejak 5 tahun lalu.

“Alhamdulillah kita sudah berkali-kali panen, dan sayur yang biasa kita tanam yaitu sawi, kangkung dan terong. Untuk hasil panennya kita jual. Ada yang kita berikan ke anggota, kita bagikan untuk posyandu balita dan lansia,” jelas Dini.

Sementara 10 P2L penerima bantuan bibit cabai itu adalah Selade Berseri Dermo, Bumi Sejahtera Gayam, Exotree Mojoroto, Amarilis Bandar Kidul, Sekartaji Ngronggo, Sarang Cinta Bawang, Mawar Jamsaren, Flamboyan Ketami, Indah Lestari Pesantren dan Bangun Sejahtera Burengan. *****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved