Berita Surabaya

Setahun Holding Ultra Mikro BRI, Pegadaian, dan PNM, Terbukti Percepat Inklusi Keuangan

BRI, Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat inklusi keuangan.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
PNM
PNM sebagai bagian dari holding Ultra Mikro bersama BRI dan Pegadian berhasil mencatatkan kinerja yang positif mampu menaik kelaskan nasabah KUR Mikro ke komersial di tahun 2021 dan target berlanjut untuk tahun-tahun mendatang. 

"Tentunya dengan pendampingan yang berorientasi pula pada upaya memasukkan masyarakat yang belum bankable dalam sistem layanan jasa perbankan," ungkap Sunarso.

Kemudian setelah layak secara komersial, nasabah diberi pilihan akses permodalan berbasis gadai melalui Pegadaian atau mengambil pinjaman ke BRI seperti melalui produk Kupedes.

“Setelah itu kami dorong mereka untuk naik kelas dan kami ikuti journey-nya secara sistematis melalui sistem. Holding UMi ini juga sumber dana murah. Karena nasabah yang disasar bertransaksi, meskipun uangnya cuma Rp1 juta - Rp2 juta mereka diajari untuk punya tabungan, untuk menabung,” bebernya.

Sunarso menambahkan Holding UMi merupakan sumber pertumbuhan baru bagi BRI ke depannya.

“Ultra mikro ini selain sebagai sumber pertumbuhan baru akan memberikan banyak benefit, baik secara ekonomi maupun social value. Selain itu secara sustainable return kepada stakeholder BRI”, papar Sunarso lebih lanjut.

Pengembangan itu tak terlepas dari potensi sumber daya yang dimiliki ketiga entitas, di mana BRI Group memiliki jaringan yang luas dan tersebar di seluruh Indonesia meliputi 6.500 micro outlet, 3.600 outlet PNM, 4.000 outlet Pegadaian, dan diperkuat pula oleh lebih dari 530.000 Agen BRILink sebagai layanan branchless banking.

BRI Group memiliki lebih dari 63.000 financial advisor yang handal dan berpengalaman untuk memberikan layanan prima kepada nasabah mikro dan ultra mikro.

Holding UMi pun akan menguatkan pengembangan micro payment ecosystem.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa Holding UMi telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, konsep pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang diadopsi ada dua.

“Pertama bagaimana BUMN memastikan usaha pelaku UMKM dan UMi mendapatkan pembiayaan yang sesuai dilengkapi dengan pendampingan yang tidak kalah penting," kata Erick.

Kedua, menjaga rantai pasok. Contoh bagaimana konsolidasi BRI, dengan PNM, dan Pegadaian. BRI itu kan memastikan UMKM naik kelas yang tadinya ultra mikro.

"Melalui PNM pinjaman Rp1–4 juta, lalu naik ke Pegadaian yang pinjamannnya mungkin Rp20 juta – Rp50 juta, nanti naik lagi ke”, jelas Erick.

Hal itu dianggap sangat positif, bagaimana mereka punya kesempatan buat naik kelas tetapi tidak hanya dengan membiayai, tapi juga dengan pendampingan-pendampingan. Ini yang penting.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved