Preman Pensiun

Sinetron Preman Pensiun 6 Tak Sesuai Ekspektasi, Ini Harapan Penonton Setia Kang Mus Cs

Sinetron Preman Pensiun 6 kembali menuai kritik pedas dari penonton setia. Begini kata penonton setia soal kisah Kang Mus Cs.

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
INSTAGRAM
Cuplikan Preman Pensiun 6 Selasa 14 September 2022 

SURYA.CO.ID - Sinetron Preman Pensiun 6 kembali menuai kritik pedas dari penonton setia. 

Sebelumnya, penonton setia kisah Kang Mus Cs menilai tayangan sinetron Preman Pensiun 6 terlalu bertele-tele.

Ini lantaran durasi jam tayang yang dirasa terlalu singkat, yakni 60 menit saja. 

Namun, 30 menit awal digunakan untuk menayangkan ulang episode hari sebelumnya. 

"30 menit waktunya abis buat ngulang episode sebelumnya.. 30 menit episode hari ini belum lagi iklan"

"tayangan ulangan nya hampir setengah jam, sampe² butuh 2 iklan. sementara waktu tayangnya cuman 1 jam"

"Tayangnya Eps baru lebih lamaa iyaa lamaa, 30 menit yang eps kemarin eps yang Baru 30 menit ga kerasa Boring Bangget Lanjutannya dri eps sebelumnya. Maaf aga sedikit kecewa"

"Makin parah ini, 30 menit cuma buat nayangin episode kemarin"

Terbaru, seorang warganet menyebut sinetron Preman Pensiun 6 tak sesuai ekspektasi.

Keluhan ini disampaikan seorang warganet melalui kolom komentar unggahan terbaru Instagram @premanpensiun.mncp, Selasa (13/9/2022).

Warganet tersebut kecewa lantaran cerita sinetron Preman Pensiun 6 tak sesuai dengan cuplikan yang diunggah setiap hari di Instagram. 

"Tapi kadang trailer sama tayang suka ga sesuai ekspektasi,"

Sementara warganet lain berharap agar sinetron Preman Pensiun 6 bisa langsung menampilkan inti episode sesuai hari penayangan.

"Liatnya pas di intinya saja jam 19.35 krn pasti ntr mengulang episode sebelumnya 30 menit sendiri ,klu gk mending nonton di yt bnyk yg post ulang dan bs lngsung ke inti episodenya"

Ditunggu Sejak Awal 2022

Perlu diketahui, sinetron Preman Pensiun 6 sebenarnya sudah ditunggu sejak lama oleh para penggemar. 

Bahkan sejak sinetron Preman Pensiun 5 tamat pada 12 Mei 2021 lalu, sudah banyak yang menanyakan apakah sang sutradara, Aris Nugraha, akan melanjutkan ke sekuel keenam. 

Misalnya dari akun @ezhiru yang menanyakan, "season6 kang?"

Lalu akun @iimhermawan, "PP 6 banyakin salam olahraganya kang.."

Kemudian akun @rudie_murdiyanto, "PP6 ditunggu"

Sinetron Preman Pensiun

Melansir Wikipedia, Preman Pensiun adalah sinetron bergenre drama komedi yang ditayangkan di RCTI dan diproduksi oleh MNC Pictures.

Serial ini menceritakan seseorang bernama Bahar sebenarnya hanya preman “kecil”, tetapi wilayahnya cukup luas, selain menjadi “backing” para pedagang kaki lima, juga menguasai sebuah pasar dan terminal.

Kisah yang akan dituturkan dalam serial ini bukanlah perjalanan hidupnya sejak awal, meskipun dalam beberapa dialog terceritakan juga, melainkan kisah di masa tuanya ketika dia memutuskan untuk pensiun.

Masa lalu yang terceritakan dalam dialog adalah Bahar dan temannya, Bagja merantau dari Garut ke Bandung sekitar tahun 1972, ketika dia remaja dan pergi merantau karena keluarganya di kampung sangat miskin.

Di Bandung, Bahar remaja mencari nafkah sebagai penjual tahu, leupeut dan telur asin di bus sebelum keluar terminal.

Penghasilan Bahar kala itu tidaklah besar, hanya pas-pasan, cenderung minim.

Dia menerima itu sebagai rezekinya, tetapi yang tidak bisa dia terima adalah bahwa dia harus membayar pajak pada para preman.

Bahar kemudian berpikir bahwa daripada dipungut “pajak” lebih baik dia yang memungut pajak.

Kemampuan beladiri yang dipelajarinya karena tradisi di kampung dan tekad yang kemudian muncul untuk bertahan dan berjaya di perantauan, membuat dia kemudian nekad perlahan-lahan masuk jaringan premanisme yang menguasai terminal.

Bermula dari hanya sekadar “keset”, lama kelamaan, tahun demi tahun, perlahan-lahan, Bahar kemudian mencapai puncak kekuasaan.

Sepuluh tahun pertama, Bahar hanya menjadi bagian dari kekuasaan sebuah jaringan premanisme, dua puluh tahun selebihnya, Bahar adalah pemegang kekuasaan yang mencengkram jalanan, pasar dan terminal.

Tangan kanannya adalah Muslihat, maling amatir yang masuk ke rumahnya sekitar dua puluh tahun silam.

Muslihat berhasil ditaklukkan hingga tidak sadarkan diri dan baru sadar tiga hari kemudian, di hadapan Bahar dan polisi.

Setelah tahu bahwa Muslihat mencuri demi untuk membiayai ibunya masuk rumah sakit, Bahar meminta polisi untuk tidak memproses kasusnya secara hukum, mengakui Muslihat sebagai saudaranya dan persoalan akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Lalu Muslihat diberi uang satu juta yang pada waktu itu merupakan jumlah yang cukup besar.

Setelah seminggu, Muslihat kembali pada Bahar dengan uang yang masih utuh. Muslihat bermaksud mengembalikan uang itu karena sudah tidak membutuhkannya lagi. Ketika dia pulang ke kampung dengan membawa uang, ibunya sudah terlanjur meninggal.

Bahar kemudian meminta Muslihat untuk bekerja padanya. Rasa hormat Muslihat dan kepercayaan Bahar, membuat mereka tidak terpisahkan hingga dua puluh tahun kemudian. Muslihat kemudian merekrut Komar di terminal yang sebelumnya pengamen yang ditolong Muslihat bekerja padanya karena gitar Komar hilang.

Sementara itu, masa yang akan datang, copet kelas kakap, Junaedi merekrut dua orang sebagai partner yaitu Saep dan Ubed. Sementara anak buah Bahar semakin bertambah.

Pemegang terminal, Jamal melakukan kekerasan di Dago, kemudian dia digerebek, tetapi Bahar dan Muslihat membiarkan ia ditahan di penjara, hingga Jamal balas dendam pada Muslihat, walaupun pada Bahar hanya setengah-setengah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved