Berita Lamongan

Perbarui Kemasan dengan Banyak Rasa, UM Surabaya Dorong Cemilan Jagung Lamongan Dobrak Marketplace

Dengan merubah packaging, diharapkan juga diikuti meningkatnya pembelian dan pendapatan bagi anggota UMKM.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabayamembantu memasak produk olahan berbahan baku jagung bersama UMKM Sinar Berdikari Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jumat (26/8/2022). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Para pelaku UMKM makanan olahan jagung di Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan menemukan gairah baru dalam pemasaran produk cemilannya. Ini setelah pelaku UMKM yang kebanyakan mantan pekerja migran didorong untuk memasarkan produknya di marketplace, dengan kemasan baru serta berbagai variasi rasa.

Menapaki marketplace atau pasar online memang menjadi wawasan baru bagi warga Desa Payaman, karena selama bertahun-tahun mereka bertahan dengan pemasaran konvensional. Sebelumnya cemilan stik dan kembang goyang dari olahan jagung hasil bumi desa setempat, selalu laku keras bahkan menjadi produk unggulan Lamongan.

Tetapi saat badai pandemi Covid-19 datang, daya beli masyarakat merosot sehingga berdampak pada kelesuan perekonomian UMKM Payaman. "UMKM Sinar Berdikari merupakan sebuah kelompok UMKM yang digagas oleh para mantan pekerja migran Desa Payaman," kata Ketua Kelompok UMKM Sinar Berdikari, Hudzaroh, Jumat (26/8/2022).

Hudzaroh mengakui, gelombang pandemi Covid-19 yang secara tiba-tiba datang menghantam kegiatan produksi UMKM Sinar Berdikari, yaitu penurunan daya beli.

Sekarang UMKM di sana kembali optimistis bangkit dari keterpurukan, berkat wawasan baru pemasaran dan pengolahan yang diperkenalkan oleh para mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.

Para mahasiswa UM itu sedang menggelar KKN (kuliah kerja nyata) di Desa Payaman serta beraktivitas di UMKM Sinar Berdikari. Mereka pun menggali berbagai potensi untuk mengungkit rendahnya daya beli produk UMKM Sinar Berdikari.

"Kelemahan UMKM ini adalah belum tersentuhnya pemasaran online atau digital marketing, padahal itu menjadi elemen utama untuk menyiasati daya beli konsumen," kata Penanggungjawab Program Kerja UMKM KKN UM Surabaya, Bahrul Ulum.

Merujuk persoalan tersebut, kata Ulum, tim KKN UM Surabaya 2022 mencoba memberikan jalan untuk kembali menghidupkan kegiatan produksi UMKM Sinar Berdikari. Yaitu melakukan pendampingan dalam bentuk rebranding dan penyuluhan digital marketing.

Langkah awal rebranding yang dilakukan oleh Tim KKN UM Surabaya adalah melakukan sentuhan inovasi pada varian rasa kembang goyang dan stik jagung. Adapun varian rasa kembang goyang meliputi rasa original, pandan, cokelat, dan gula aren.

Kemudian inovasi varian rasa untuk produk stik jagung terdapat rasa barbeque, keju manis, sapi panggang dan jagung bakar. "Kemudian, bentuk rebranding diterapkan pada pengemasan atau packaging," kata Ulum.

Sebelumnya produk UMKM Sinar Berdikari hanya dikemas dengan plastik bening. Kemudian mahasiswa memperkenalkan kemasan yang jauh lebih menarik agar menaikkan harga jual produk. Dengan merubah packaging, diharapkan juga diikuti meningkatnya pembelian dan pendapatan bagi anggota UMKM.

Tim KKN juga melakukan penyuluhan digital marketing, baik dalam bentuk pengelolaan media sosial (medsos) dan promosi sampai pengoperasian di marketplace.

Kegiatan pendampingan ini akan terus dilakukan untuk memantau kegiatan pengoperasian akun medsos dan marketplace UMKM Sinar Berdikari yang efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan produksi dan marketing.

Tim KKN UM Surabaya sudah melaunching produk UMKM Sinar Berdikari dengan tampilan baru sebagai sarana promosi, yang disaksikan oleh Kepala Desa Payaman Solokuro, Mustain; Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Payaman, Syukran; dan Penggerak UMKM Desa Payaman Solokuro. ****

Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved