Rabu, 29 April 2026

UPDATE Isu Kekaisaran Ferdy Sambo, Kompolnas Desak Polri Selidiki, Susno Duadji Beberkan Jaringannya

Isu adanya kerajaan atau kekaisaran Ferdy Sambo di tubuh Polri menjadi bola liar di sela pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J

Editor: Musahadah
kolase foto Tribunnews
Anggota Kompolnas Poengky Indarti, salah satu orang yang sempat dihasut Ferdy Sambo nangis-nangis saat skenario pembunuhan Brigadir J.Terbaru, Kompolnas mendesak Polri selidiki isu kekaisaran Ferdy Sambo. 

SURYA.CO.ID - Isu adanya kerajaan atau kekaisaran Ferdy Sambo di tubuh Polri menjadi bola liar di sela pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J alias Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

Irjen Ferdy Smabo yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalang pembunuhan Brigadir J disebut memiliki jaringan yang sangat kuat di tubuh Polri hingga dia mampu merekayasa kasus. 

Bahkan isu kekaisaran Ferdy Sambo yang menyeruak lewat pesan berantai ini juga dikaitkan dengan kasus pidana lain.  

Menyikapi hal ini, Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) mendesak tim khusus (Timsus) Polri juga menyelidiki hal ini. 

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyatakan, penyelidikan yang cepat harus dilakukan Polri guna membuktikan betul atau tidaknya dugaan kekaisaran Ferdy Sambo tersebut.

Baca juga: Akui Ada Kerajaan Ferdy Sambo di Polri, Jenderal Bintang 3 Beber Cara Buat Jaringannya: Begitu Kuat

"Informasi chat dugaan kekaisaran tersebut viral di publik, sehingga Polri perlu memeriksa benar atau tidaknya informasi tersebut," kata Poengky saat dikonfirmasi Tribunnewscom, Jumat (19/8/2022).

Tak hanya itu, penyelidikan juga harus dilakukan demi menjaga kepercayaan masyarakat kepada institusi Bhayangkara tersebut.

Sebab, kata Poengky, sejatinya kepercayaan publik kepada Polri sudah meningkat sebelum kasus tewasnya Brigadir J dan ditetapkannya Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka mencuat.

Karenanya, Polri dirasa perlu untuk melakukan penyelidikan segera jika hal itu berkaitan dengan kasus Irjen Ferdy Sambo demi memperbaiki kembali kepercayaan publik tersebut.

"Jangan sampai menjadikan publik tidak percaya pada Polri. Kepercayaan masyarakat pada Polri sebelum kasus FS sudah meningkat. Sehingga jika ada informasi-informasi yang terkait dengan FS perlu didalami," katanya.

Untuk itu, Kompolnas mendesak kepada tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit untuk melakukan penyelidikan.

 "Kami mengharapkan Tim Khusus, dalam hal ini Irsus (Inspektorat Khusus), untuk dapat menindaklanjuti informasi yang beredar di publik terkait dugaan tentang kekaisaran ini," kata Poengky.

Poengky menyatakan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui secara pasti soal kekaisaran yang dimaksud.

Karenanya, Kompolnas kata Poengky, meminta kepada para jajaran Timsus membongkar dugaan kekaisaran tersebut.

"Belum (mengetahui, red). Oleh karena itu kami mendorong Pengawas Internal Polri yang dipimpin Irwasum untuk menyelidiki," tukas Poengky.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved