Berita Surabaya
Ratusan Guru di Surabaya Antusias Nulis Buku, Royalti Penjualan Langsung Diterima Lewat Aplikasi
Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan Henbuk Marketplace menciptakan ekosistem literasi di lingkungan pendidikan Kota Pahlawan.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Titis Jati Permata
"Dinas pendidikan akan mengasah guru-guru dengan mendatangkan penulis. Para penulis ini akan membagikan ilmu," katanya.
Aplikasi marketplace ini juga bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Teman-teman guru bisa menulis buku yang mungkin menjadi pendamping buku paket dari Kemendikbud," katanya.
Mas Eri pun sempat mencoba membeli sebuah buku lewat aplikasi ini.
Setelah memilih buku, Mas Eri lantas membayar dengan scan barcode melalui QRIS.
"Buku yang saya beli berjudul, Senyum Itu Indah. Berarti mengajarkan bahwa senyum itu ibadah. Itu juga ada ajaran dalam Islam. Ini memotivasi," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh menyebut penulisan buku bisa menjadi penilaian tambahan bagi guru. Baik negeri maupun swasta.
"Bagi guru di sekolah negeri, tentu ini menjadi salah satu indikator untuk kenaikan pangkat. Termasuk juga untuk swasta bisa menjadi penilaian pribadi atau inpassing, misalnya. Semakin banyak karya yang dihasilkan, tentu nilai semakin bagus," katanya
Di sisi lain, CEO Henbuk Marketplace Hendika Permana menjelaskan program ini sebagai agenda nasional.
"Aplikasi ini untuk pengejawantahan perintah Presiden melalui Kementerian Pendidikan untuk meningkatkan minat baca di Indonesia," katanya.
"Setelah kita pelajari, minat baca diawali dengan tulisan yang mengikat. Sehingga, kita akan mendorong guru dan dosen untuk menulis buku yang diminati siswa. Marketnya, seluruh Indonesia," katanya.
Untuk bisa menjual buku, ada sejumlah proses yang dilalui. Pertama, buku dari penulis akan diunggah ke aplikasi oleh guru.
Selanjutnya, akan ada verifikator untuk menilai konten buku sebagai bentuk kurasi. "Ketika guru submit, kami verifikasi. Kalau kurang menarik, kami beri suggest (saran) berupa tulisan yang nanti akan disempurnakan. Paling tidak bisa menyesuaikan standar," kata Hendika.
Setelah lolos verifikasi, selanjutnya akan dijual. Berbagai jenis genre buku bisa ditulis. Dari hasil penjualan, penulis akan mendapatkan royalti secara langsung yang masuk di aplikasi.
"Sistem royalti, 90 persen ke penulis dan 10 persen ke operator. Misalnya, harga Rp15 ribu. Maka Rp1.500 akan masuk ke operator," katanya.