Selasa, 19 Mei 2026

Berita Sidoarjo

29 Desa di Sidoarjo Jadi Prioritas Penanganan Stunting

Stunting masih menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan di Sidoarjo. Angka stunting di Kota Delta masih terbilang tinggi

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Acara Rembuk Stunting yang digelar Pemkab Sidoarjo, Selasa (9/8/2022). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Stunting masih menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan di Sidoarjo. Maklum, angka stunting di Kota Delta masih terbilang tinggi dibanding daerah-daerah lain di Jawa Timur.

Dalam upayanya mencegah dan menanggulangi stunting di Sidoarjo, pemerintah sedang fokus di beberapa desa yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Terhitung ada 29 desa yang menjadi prioritas penanganan stunting serta intervensi gizi spesifik dan sensitive di Kabupaten Sidoarjo pada sampai tahun 2023 nanti.

Desa-desa itu antara lain, tiga desa di Kecamatan Waru, tiga desa di Krian, empat desa di Kecamatan Gedangan, empat desa di Wonoayu, empat desa di Kecamatan Buduran, satu desa di Kecamatan Sidoarjo Kota, satu desa di Tulangan, satu desa di Kecamatan Porong, satu desa di Krembung dan tujuh desa di Kecamatan Candi.

“Penanganan stunting secara konvergensi ini dalam upaya percepatan penurunan stunting di Sidoarjo menuju zero,” kata Asisten Administrasi Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Ainur Rahman, Selasa (9/8/2022).

Program itu, juga sebagaimana amanah Peraturan Presiden no.72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Secara implisit, kegiatan ini juga tersirat dalam RPJMD tahun 2021-2026 dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), yakni menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di semua usia.

“Strategi konvergensi ini memadukan dan mengkolaborasikan berbagai rencana kegiatan dari berbagai OPD dan stakeholder. Program kerja Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidoarjo lebih berkolaborasi, bersinergi sesuai taget sasarannya,” ujar Ainur Rahman.

Menurut dia, dari sensus gizi yang telah dilakukan, Sidoarjo di angka 14,8. Diharapkan, dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemkab Sidoarjo bisa menurunkan kasus stunting di berbagai wilayah Kota Delta.

Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, drg Syaf Satriawarman, berdasarkan data di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, posisi Sidoarjo untuk stunting berada di tujuh terbaik se-Jawa Timur. Angkanya di kisaran 14,8 persen dari nilai rayon.

Sementara, Provinsi Jawa Timur sendiri di angka 23,3 persen. Artinya kondisi di Sidoarjo jauh lebih baik.

“Berdasarkan pengukuran yang dirasakan oleh teman- teman gizi di Dinas Kesehatan, sebenarnya kita menginjak di angka 7,6 persen. Mudah–mudahan angka ini bisa terus membaik,” ujar dokter Syaf.

Syaf juga mengatakan, bahwa target penurunan stunting di Sidoarjo tahun ini masih di angka 14 persen. Namun pihaknya mengaku terus berusaha agar bisa berada di bawah itu.

Tahun 2020 lalu, angka stunting di Sidoarjo masih di angka 23 persen, kemudian turun menjadi 14,8 persen.

“Harapannya tahun ini bisa turun lagi. Kalau bisa sampai zero,” harapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved