Minggu, 12 April 2026

Sosok Hebat Bharada E Menang Adu Tembak dengan Brigadir Yosua, Penembak Nomor 1 Brimob

Terungkap sosok hebat Bharada E sehingga dia menang adu tembak melawan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Editor: Tri Mulyono
Kolase TribunJambi
Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.Terungkap sosok hebat Bharada E sehingga dia menang adu tembak melawan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Terungkap sosok hebat Bharada E sehingga dia menang adu tembak melawan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Bharada E ternyata penembak nomor 1 di Pelopor Kors Brimob, tempatnya bertugas saat ini.

Bharada E dan Brigadir Yosua (Polri menyebut Brigadir J) adalah anak buah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Menurut Polri, Bharada E menembak mati Brigadir Yosua setelah Yosua disebut akan melecehkan Ny Putri, istri Irjen Ferdy Sambo.

Banyak kejanggalan kasus ini, termasuk kenapa Bharada E yang bertugas mengawal Irjen Ferdy Sambo tidak mendampingi atasannya tersebut saat kejadian. 

Baca juga: Benarkah Brigadir J Punya Hubungan Spesial dengan Istri Ferdy Sambo? Ini Kata Kombes Budhi Heri

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan Bharada E yang terlibat adu tembak dengan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, diketahui adalah penembak nomor 1 di Resimen Pelopor Korps Brimob.

Karena kepiawaian Bharada E dalam menembak itulah, akhirnya menewaskan Brigadir J.

"Di Resimen Pelopor Brimob, Bharada E sebagai tim penembak nomor 1 kelas 1 di Resimen Pelopor, ini yang kami dapatkan," ujar Kombes Budhi dalam konferensi pers, di Mapolres Jaksel, Selasa (12/7/2022).

Budhi mengatakan selain sebagai penembak nomor 1, kemampuan Bharada E membuatnya juga menjadi pelatih di resimen tersebut.

"Jadi kebetulan, sebagai gambaran informasi, kami juga melakukan interogasi terhadap komandan Bharada E, bahwa Bharada E ini sebagai pelatih vertical rescue," katanya.

Budhi juga menjelaskan bahwa hasil autopsi sementara Brigadir J atau Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat yang tewas usai baku tembak dengan Bharada E terdapat 7 luka tembak masuk di tubuh Brigadir J dan 6 luka tembak keluar.

Baca juga: Benarkah CCTV di Rumah Irjen Ferdy Sambo Rusak saat Brigadir Yosua Ditembak Mati Bharada E? 

"Kemudian kami juga menemukan berdasarkan hasil olah autopsi. Ini masih ada hasil otopsi, tapi masih sementara. Jadi memang masih sementara tidak kami bacakan semua," katanya, Selasa (12/7/2022).

"Namun kami sudah mendapatkan dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, di mana dari hasil autopsi tersebut kami mendapatkan bahwa ada 7 luka tembak masuk dan 6 luka tembak keluar. Dan satu proyektil bersarang di dada," sambung dia.

Padahal kata Budhi hanya 5 peluru yang digunakan Bharada E kala itu.

Ini katanya dikarenakan ada satu peluru yang membuat dua luka tembak di tubuh Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved