Idul Adha 2022
4 Contoh Khutbah Idul Adha 2022 Teks Arab, Latin dan Terjemahan
Berikut 4 contoh khutbah Idul Adha 2022 dikutip dari berbagai sumber. Tersedia beragam topik, mulai dari keutamaan kurban dan meneladani Nabi Ibrahim
Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Hikmah pertama, orang yang beribadah atau taqarrub kepada Allah pasti akan menghadapi ujian yang tidak mudah. Seperti yang dikatakan Imam Ghozali dalam kitabnya Minhajul ‘Abidin:
اِنَّهُ لاَ عِبَادَةَ وَفِى نَفْسِهَا مَشَقَّةٌ اِذْ لَا يَتَأَتَّى فِعْلُ الْعِبَادَةِ اِلَّا بِقُمْعِ الْهَوَى وَ قَهْرُ النَّفْسِ إِذْ هِيَ زَاجِرَةُ عًنِ الْخًيْرِ وَمُخَالَفَةُ الْهَوَى وَقَهْرُ النَّفْسِ مِنْ اَشَدِّ اْلاُمُوْرِ عَلَى الْاِ نْسَانِ
Artinya
Sama sekali tidak ada ibadah, kecuali saat beribadah pasti ada perasaan yang berat, sehingga ibadah tidak akan bisa melakukan selain dengan tekanan hawa nafsu. Melayani syahwat dan memaksakan syahwat adalah hal terberat dalam diri manusia.
Hikmah kedua, keimanan dan ketakwaan saya dan Anda ketika akan angkat oleh Allah, maka Allah menguji kita terlebih dahulu. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi keimanan dan ketakwaan kita, semakin besar ujian yang akan diterima. Nabi Muhammad Saw pernah ditanya oleh sagabat Sa’ad bin Abi Waqos: “Ya, Rasulullah, siapa orang yang paling berat menerima ujian dari Allah di dunia ini?” Nabi Muhammad bersabda: اَشَدُّ بَلَإءً اَلْاَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْعُلَمَاءُ ثُمَّ اْلاَمْثَلُ فَالْاَمْثَلُ artinya : “ujian yang paling berat adalah ujian Nabi, dan para ulama, dan orang-orang yang menyerupainya dan sebagainya.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَٰذِبِينَ
Artinya:
Sesungguhnya aku memberi ujian terhadap orang-orang yang sebelum dia, agar Allah mengetahui di mana orang-orang yang beriman kepada Allah, dan di mana-mana orang yang berdusta atas perintah Allah (Al-Ankabut: 3).
Hikmah ketiga, cinta kepada Allah adalah final, jangan biarkan cinta kita pada makhluk mengalahkan cinta kita kepada Allah. Bahwa di dalam tubuh manusia terdapat hati, akal, dan hawa nafsu. Nafsu cenderung pada hal-hal yang bersifat material seperti harta benda duniawi, raja kekayaan dan godaannya. Semua ini mengarah pada kepuasan dan kepuasan pribadi, sehingga kita diingatkan oleh Allah dalam Surat Al-Kahfi ayat 46:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱلْبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
Artinya:
Harta benda dan anak perempuan hanyalahperhiasan hidup di dunia ini, dan amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya bagi Tuhanmu dan sebaik-baiknya hal yang diharapkan (Q.S Al-Kahfi: 46).
Dari ayat-ayat di atas, sangat jelas bahwa putra putri dan harta kekayaan adalah simbol kepuasan duniawi, yang selalu dicintai oleh umat manusia. Namun, realitasnya putra putri dan harta kekayaan adalah alat yang digunakan oleh Tuhan untuk menguji ketakwaan dan iman umat manusia. Allah berfirman dalam Surat Al-Anfal ayat 28:
Ayat ini mengingatkan kita semua, jangan biarkan ketakwaan dan iman kalian memudar karena sibuk mencari dunia dan menghadiahi anak kalian.
Allahu Akbar 3 X walillahi alhamdu,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/idul-adha-2021-contoh-khutbah-di-tengah-pandemi.jpg)