Berita Lumajang
2 Bangkai Pedet Diduga Terkena PMK Dibuang ke Sungai di Lumajang
masih ada masyarakat Lumajang yang gagap menangani hewan ternak jika terinfeksi penyakit mulut dan kuku.
Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
Berita Lumajang
SURYA.co.id | LUMAJANG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lumajang tampaknya perlu lebih gencar lagi melakukan blusukan ke desa-desa untuk memberikan penjelasan ke masyarakat mengenai Penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sebab sampai saat ini, masih ada masyarakat yang gagap menangani hewan ternak jika terinfeksi PMK.
Minimnya masyarakat mengetahui soal penanganan wabah PMK, terbukti beberapa hari lalu dua ekor anakan sapi ditemukan mati di aliran sungai di Desa Gedang Mas Kecamatan Randuagung.
Kedua bangkai hewan ternak itu mati diduga akibat terserang PMK.
Informasinya, dua bangkai anakan sapi tergeletak di sungai, pertama kali diketahui oleh seorang warga yang hendak beraktivitas di sungai.
Saat itu, dia melihat ada dua kantong beras yang dikerubungi lalat.
Curiga isi di dalamnya, seorang warga itu pun membuka dua kantong beras.
Rupanya, di dalam kantong beras adalah dua bangkai anakan sapi.
Dia pun melaporkan kejadian itu kepada kepala desa setempat.
Warga pun akhirnya menguburkan sapi di dekat bantaran sungai.
Iptu Darmanto Kapolsek Randuagung mengatakan, sampai sekarang belum mengetahui sosok orang yang membuang dua anakan sapi ke sungai.
Pemilik dua anakan sapi itu masih misterius.
Namun kuat dugaannya, itu adalah hewan ternak yang terserang PMK.
Penyakit ini membuat si pemilik frustasi. Hingga akhirnya, si pemilik memutuskan membuang dua anakan sapi yang mati ke sungai.