KKB Papua

KKB Papua Tak Bisa Ganggu Acara Bakar Batu Gereja di Kabupaten Puncak, Yonif R 408/Sbh Turun Tangan

KKB Papua tak bisa mengganggu acara bakar batu di Kabupaten Puncak, Jumat (24/6/2022). Hal ini lantaran Yonif R 408/Sbh Turun Tangan.

Dispenad
Yonif R 408/Sbh Turun Tangan Mengamankan Acara Bakar Batu Gereja di Kabupaten Puncak. KKB Papua tak bisa ganggu 

Namun rencana tersebut berhasil digagalkan pihak kepolisian yang tengah berjaga.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri

Menurut Fikri, petugas yang mendengar suara kokangan senjata menghindar sembari berteriak.

Melihat hal itu, LM melarikan diri.

"Jadi dia masuk di antara masyarakat yang sedang bakar batu, sasarannya aparat keamanan. Saat mengokang senjata, suaranya terdengar oleh aparat yang akan ditembak," ujar Fakiri di Jayapura, Sabtu 29 Mei 2022 malam dikutip dari Kompas.com pada Minggu 29 Mei 2022.

Petugas kemudian mengejar LM hingga akhirnya berhasil ditangkap.

Upaya pengejaran aparat gabungan pun membuahkan hasil karena satu anggota KKB berhasil diamankan.

"Kita berhasil mengamankan LM," kata Fakiri.

Fakiri juga mengatakan, saat proses penangkapan LM, sempat terjadi kontak senjata.

Namun, tidak ada korban dari pihak aparat gabungan.

Fakiri memastikan personelnya akan mendalami peran LM dalam berbagai aksi penembakan yang kerap terjadi di Distrik Ilaga.

Ia menjelaskan, LM merupakan anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

Setelah penangkapan LM, Fakiri pun telah meminta seluruh personel di Kabupaten Puncak untuk waspada karena KKB selalu membuat aksi balasan ketika ada anggotanya tertangkap atau tertembak.

"Saya sudah ingatkan seluruh personel untuk waspada dari aksi balasan, masyarakat juga harus diingatkan untuk tidak beraktivitas di tempat yang tidak terpantau aparat," tutur Fakiri.

Pihaknya saat ini masih mendalami peran LM dalam berbagai aksi penembakan yang kerap terjadi di Distrik Ilaga.

Setelah penangkapan LM, Fakiri meminta seluruh personel di Kabupaten Puncak untuk waspada karena KKB selalu membuat aksi balasan ketika ada anggotanya tertangkap atau tertembak.

"Masyarakat juga harus diingatkan untuk tidak beraktivitas di tempat yang tidak terpantau aparat," tutur Fakiri.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved