KKB Papua
KKB Papua Tak Bisa Ganggu Acara Bakar Batu Gereja di Kabupaten Puncak, Yonif R 408/Sbh Turun Tangan
KKB Papua tak bisa mengganggu acara bakar batu di Kabupaten Puncak, Jumat (24/6/2022). Hal ini lantaran Yonif R 408/Sbh Turun Tangan.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua tak bisa mengganggu acara bakar batu di Kabupaten Puncak, Jumat (24/6/2022).
Hal ini lantaran pasukan dari Satgas Kodim Yonif R 408/Sbh turun tangan untuk mengamankan acara tersebut.
Dilansir Surya Militer dari Dispenad, Satgas Kodim Yonif R 408/Sbh menghadiri dan memberikan pengamanan pada acara bakar batu Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) bersama masyarakat di Distrik Sinak Kabupaten Puncak Papua. Jumat, (24/6/2022)
Hal tersebut disampaikan Wadan Satgas Kodim Yonif R 408/Sbh Mayor Inf Ari Moerwanto dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Puncak, Papua. Sabtu, (25/6/2022).
Dikatakan Dansatgas acara bakar batu yang digelar oleh GKII bersama masyarakat Distrik Sinak itu dalam rangka kelulusan wisuda Sekolah Alkitab Bahasa Dani (SABD) dan Sekolah Tinggi Teologi Berea (STTB).
“Kehadiran kita (Satgas) pada acara ini selain turut merayakan atas kelulusan wisuda, juga membantu memberikan pengamanan, agar acara berjalan lancar, tertib dan aman,” ucapnya.
Sementara itu, Asso selaku Kepala Sekolah SABD dan STTB menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Satgas Kodim Yonif R 408/Sbh yang membantu dalam pengamanan acara kelulusan wisuda di sekolah yang dipimpinnya tersebut.
“Puji Tuhan semua berjalan dengan lancar dan aman.
Terima kasih bapak-bapak TNI dari Satgas yang telah ikut merayakan kelulusan wisuda bersama kami semua serta membantu pengamanan dalam acara tersebut,” pungkasnya.
KKB Papua menyusup di Acara Bakar Batu

Sebelumnya, aksi licik Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua demi memuluskan niat jahatnya terus dilakukan.
Anggota KKB Papua pimpinan Lekagak Telenggen menyusup dia acara Bakar Batu agar bisa menembak aparat TNI-Polri.
Beruntung aksi mereka gagal total karena hal sepele.
Suara kokangan senjata laras pendek yang dibawa salah satu anggota KKB Papua berinisial LM saat menyusup di acara tersebut membuat rencananya menjadi gagal.
Dalam acara tersebut, LM turut berencana akan menembak pihak aparat keamaan yang berjaga.
Namun rencana tersebut berhasil digagalkan pihak kepolisian yang tengah berjaga.
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri
Menurut Fikri, petugas yang mendengar suara kokangan senjata menghindar sembari berteriak.
Melihat hal itu, LM melarikan diri.
"Jadi dia masuk di antara masyarakat yang sedang bakar batu, sasarannya aparat keamanan. Saat mengokang senjata, suaranya terdengar oleh aparat yang akan ditembak," ujar Fakiri di Jayapura, Sabtu 29 Mei 2022 malam dikutip dari Kompas.com pada Minggu 29 Mei 2022.
Petugas kemudian mengejar LM hingga akhirnya berhasil ditangkap.
Upaya pengejaran aparat gabungan pun membuahkan hasil karena satu anggota KKB berhasil diamankan.
"Kita berhasil mengamankan LM," kata Fakiri.
Fakiri juga mengatakan, saat proses penangkapan LM, sempat terjadi kontak senjata.
Namun, tidak ada korban dari pihak aparat gabungan.
Fakiri memastikan personelnya akan mendalami peran LM dalam berbagai aksi penembakan yang kerap terjadi di Distrik Ilaga.
Ia menjelaskan, LM merupakan anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen.
Setelah penangkapan LM, Fakiri pun telah meminta seluruh personel di Kabupaten Puncak untuk waspada karena KKB selalu membuat aksi balasan ketika ada anggotanya tertangkap atau tertembak.
"Saya sudah ingatkan seluruh personel untuk waspada dari aksi balasan, masyarakat juga harus diingatkan untuk tidak beraktivitas di tempat yang tidak terpantau aparat," tutur Fakiri.
Pihaknya saat ini masih mendalami peran LM dalam berbagai aksi penembakan yang kerap terjadi di Distrik Ilaga.
Setelah penangkapan LM, Fakiri meminta seluruh personel di Kabupaten Puncak untuk waspada karena KKB selalu membuat aksi balasan ketika ada anggotanya tertangkap atau tertembak.
"Masyarakat juga harus diingatkan untuk tidak beraktivitas di tempat yang tidak terpantau aparat," tutur Fakiri.
>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id