Berita Blitar
Warga Blitar Terjun ke Laut Selamatkan Anak, Sang Istri Shock 2 Orang Tercinta Hilang Dalam Sekejap
Pengorbanan Sumaji secara heroik itu menjadi buah bibir para nelayan yang ikut melakukan pencarian sampai Minggu (26/6/2022).
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, BLITAR - Pengorbanan Sumaji (46), warga Desa Kalitengah, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar begitu tragis sekaligus mengharukan. Demi menyelamatkan anaknya yang mendadak terseret ombak besar saat memancing di Pantai Nglempat, Jumat (24/6/2022), ia sampai nekat terjun ke laut meski akhirnya sang anak tetap tak terselamatkan.
Pengorbanan Sumaji secara heroik itu menjadi buah bibir para nelayan yang ikut melakukan pencarian sampai Minggu (26/6/2022). Sayangnya, sang anak ternyata juga tidak tertolong karena ditemukan sudah meninggal, Sabtu (25/6/2022) petang, setelah pencarian yang dilakukan tim SAR bersama para nelayan.
Sedangkan Sumaji sendiri hampir mustahil selamat karena sudah tiga hari tetap belum ditemukan. Kejadian itu malah menyisakan kesedihan dan trauma bagi istri Sumaji, yaitu Erna (37) karena di depan matanya, dua orang yang disayanginya hilang dalam sekejap dalam gulungan ombak ganas pantai Selatan.
Kapolsek Wonotirto, AKP Supriadi kepada awak media menjelaskan, jasad si anak yaitu Mz sudah ditemukan namun Sumaji masih menghilang. "Jasad si anak ditemukan nelayan yang ikut melakukan pencarian. Saat ditemukan, kondisinya sudah mengapung hanya sekitar 1 KM dari bibir pantai tempat kali pertama terhantam ombak," kata Supriadi.
Supriadi mengatakan, musibah itu terjadi ketika Erna mendampingi suami dan anaknya memancing di pantai itu. "Benar, saat itu mereka memancing bertiga sehingga (Erna) melihat langsung apa yang dialami kedua orang yang dicintainya itu," paparnya.
Belum diketahui kronologis detail kejadian itu karena satu-satunya yang selamat hanya Erna. Namun karena masih dalam suasana berduka, Erna belum bisa dimintai keterangan.
Tetapi informasinya, lanjut Supriadi, tiga orang satu keluarga itu berangkat dari rumahnya, Jumat (24/6/2022) sekitar pukul 17.30 WIB dengan berboncengan sepeda motor. Karena dekat dari rumahnya, sehingga tidak sampai perjalanan 30 menit mereka sudah tiba di Pantai Nglempar, di Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto.
"Lokasi pantai itu memang dekat dengan desa korban sehingga meski datang malam hari, warga sekitar sepertinya sudah tidak asing," terang Supriadi.
Perlu diketahui, Pantai Nglempar juga disebut Pantai Pudak yang tidak jauh dari dari Pantai Tambakrejo, yang sudah terkenal dan menjadi tujuan wisata. Pantai Nglempat hanya berjarak 9 KM atau sebelah Timur Pantai Tambakreko.
Bedanya, Pantai Nglempar memang lebih sepi dan belum dikenal oleh wisatawan lokal. Sedangkan Pantai Tambakrejo yang menjadi destinasi wisatawan mepet dengan perkampungan nelayan sehingga selalu ramai. Juga ada tempat pelelangan ikan dan pangkalan perahu nelayan dari berbagai daerah.
"Namun di pantai itu (Nglempar) masih sepi dan jauh dari perkampungan penduduk, bahkan belum dikunjungi wisatawan," ujarnya.
Setelah menempuh perjalanan tidak sampai 30 menit, sepeda motor yang ditumpangi korban bersama anak dan istrinya sampai di pantai. Lalu ereka mencari lokasi untuk melempar kailnya. Akhirnya, ditemukan lokasi di atas batu karang yang dipakai duduk bertiga.
Tidak hanya Sumaji yang memancing namun Mz (13) juga memancing sendiri. Sedangkan Erna setia menungguinya dengan sama-sama duduk di atas batu di tepi laut. Tinggi batu karang itu hanya setengah meter dari air laut.
"Belum diketahui, apakah korban sering memancing di pantai itu atau tidak. Sebab kami masih kosentrasi untuk melakukan pencarian," tambah Supriadi.
Baru pada lemparan kail pertama, tiba-tiba datang ombak besar yang menghantam batu karang di mana ketiga orang itu duduk. Celakanya, akibat hempasan ombak itu, Mz langsung tercebur ke laut. "Ombak itu datang tanpa diduga padahal sebelumnya gelombang hanya landai. Namun baru mulai memancing tiba-tiba datang ombak sekeras," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Warga-Blitar-tewas-terseret-ombak1.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Warga-Blitar-tewas-terseret-ombak2.jpg)