Berita Tuban
Fakta Terbaru Putra Buya Arrazy yang Tertembak Patwal: Permintaan sang Ayah & Ketegasan Mabes
Inilah fakta terbaru soal putra Buya Arrazy yang meninggal dunia setelah tertembak oleh kakaknya menggunakan senjata api (senpi) milik anggota Patwal.
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.CO.ID - Inilah fakta terbaru soal putra Buya Arrazy yang meninggal dunia setelah tertembak oleh kakaknya menggunakan senjata api (senpi) milik anggota Patwal.
Diberitakan sebelumnya, putra Buya Arrazy, Hushaim Shah Wali Arrazy (3), meninggal dunia setelah tertembak oleh kakaknya menggunakan senpi milik anggota patwal berinisial M.
M merupakan Patwal dari Mabes Polri yang ditugaskan mengawal Buya Arrazy Hasyim.
Namun tak disangka, senjata yang harusnya dibawa oleh M, justru digunakan oleh anak kakak Hushaim dan membuat adiknya tertembak.
Berikut fakta terbarunya.
Baca juga: Spesifikasi Senpi Milik Polisi yang Bikin Putra Buya Arrazy Hasyim Tewas Tertembak di Tuban
1. Buya Arrazy minta anaknya tak diberitakan
Dalam acara tahlil kedua di rumah duka di Desa/Kecamatan Palang, banyak tetangga maupun kerabat yang ikut memanjatkan doa pada Hushaim.
Buya Arrazy terlihat memejamkan mata sejak awal tahlil hingga selesai.
Sesekali ia mengusap air mata, tak kuasa menahan kehilangan yang dirasakan.
Saat tahlil selesai, banyak jemaah yang menyalami dan mendoakan agar ulama muda itu tetap tegar.
Buya juga memohon doa atas kepergian putranya yang lebih dulu mendahului.
"Mohon doanya, saya dan keluarga ikhlas atas musibah ini," kata Buya sembari membalas doa dari jemaah, Kamis (23/6/2022), malam.
Pendiri dan pengasuh Ribath Nouraniyah Hasyimiyah, yang berada di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, itu juga meminta agar kejadian duka ini tidak diberitakan terus menerus.
"Kami mohon teman-teman media untuk tidak memberitakan terus menerus, demi menjaga perasaan kami (keluarga, red)," pinta Buya.
Baca juga: Mabes Tindak Tegas Patwal yang Lalai Senpinya Tembak Putra Buya Arrazy Hasyim, Diperiksa Propam
2. Mabes tindak tegas