Berita Surabaya

Ketua DPRD Adi Sutarwijono ke SDN Alun-Alun Contong Surabaya, Jadi Tempat Ayah Bung Karno Mengajar

SDN Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya menjadi saksi sejarah bangsa, jadi tempat ayahanda Soekarno atau Bung Karno mengajar.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
nuraini faiq/surya.co.id
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono didampingi Wakil Ketua Komisi A Budi Leksono mengunjungi SDN Alun-Alun Contong, Sabtu (11/6/2022). Sekolah ini merupakan tempat mengajar ayah Bung Karno. 

Berita Surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA - SDN Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya menjadi saksi sejarah bangsa.

Di tempat itulah ayahanda Soekarno atau Bung Karno mengajar, membagikan ilmunya di sekolah khusus pribumi di era penjajahan Belanda itu.

Di tempat bersejarah tersebut, Soekemi Sosrodihardjo, ayah Bung Karno, mengajar sebagai guru sekolah dasar pribumi pada 1901.

Sekolah ini sampai sekarang masih utuh dan terjaga bangunannya.

Sekolah itu merawat dengan baik artefak-artefak sejarah, yang disimpan dan dipajang dalam satu ruang kelas, seperti foto-foto masa lalu, papan tulis lipat, buku-buku zaman Belanda hingga piala-piala tempo dulu. 

Ruang kelas juga masih terjaga dangan baik dengan kualitas kayu asli era lalu.

"Kami kagum dan bangga dengan perawatan di sekolah penuh sejarah bangsa ini," ujar Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, Minggu (12/6/2022).

SDN Alun-Alun Contong itu berlokasi di belakang Kantor Gubernur Jawa Timur, tepatnya di Jl Sulung Sekolahan No 1.

Soekemi yang semula menjadi guru sekolah dasar pribumi di Singaraja, Bali, menerima surat pindah tugas ke Surabaya dari pemerintah kolonial Belanda dan mengajar di sekolah ini.

Pengajar SD zaman Belanda itu bersama istrinya Ida Ayu Nyoman Rai, boyongan ke Surabaya.

Orangtua Bung Karno itu tinggal di rumah kecil Pandean Gang IV No 40. Jaraknya sekitar 2 KM dengan SDN Alun-Alun Contong.

Pada 6 Juni 1901, di rumah itu, Ida Ayu Nyoman Rai melahirkan bayi laki-laki ketika fajar matahari merekah.

Jabang bayi itu diberi nama Koesno, lalu berganti nama Soekarno.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved