Pilpres 2024

3 Kader NasDem Siap-siap 'Ditendang' Dari Kabinet Jika Koalisi dengan Demokrat, Analisis Pengamat UI

Kader Partai Nasional Demokrat ( NasDem) siap-siap angkat koper alias 'ditendang' dari kabinet jokowi-Maruf Amin jika koalisi dengan Partai Demokrat.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dan Ketua Majelis Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kader NasDem siap-siap 'ditendang' dari kabinet Jokowi-Maruf Amin jika berani koalisi dengan Demokrat. 

“Jika dikomparasikan, tentu Surya Paloh merasa nyaman dengan Istana ketimbang berkongsi dengan Demokrat (yang berada di luar pemerintah),” katanya.

Lebih jauh, Ari menduga, Partai Nasdem justru akan membentuk koalisi dengan mengerucutkan tiga nama untuk menjadi kandidat calon presiden (capres) yang diusungnya.

“Menjadi trisula Nasdem yaitu Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Erick Thohir,” kata dia.

Jika skenario ini yang dipilih, lanjut Ari, maka Partai Nasdem bakal lebih condong untuk merapat dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) besutan Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ari menjelaskan, koalisi ini lebih aman untuk Partai Nasdem karena bakal terus dekat dengan pemerintah.

“Jika Surya Paloh akhirnya melabuhkan partainya ke dermaga Cikeas sama saja dia menjauh dari Istana, dan konsekuensi logisnya harus siap-siap menerima talak politik dari Jokowi dan kader-kadernya siap angkat koper dari kabinet,” imbuhnya.

Diketahui Partai Nasdem saat ini merupakan partai koalisi pemerintah bersama PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PKB, dan PPP.

Sementara itu Partai Demokrat tegas menjadi oposisi bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Bahas dinamika politik

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya menyampaikan pertemuan itu pun membahas dinamika politik jelang Pilpres 2024.

Tetapi, pembicaraan itu belum terlalu spesifik karena masih tahap permulaan.

Willy juga menegaskan pihaknya baru akan menentukan figur kandidat capres setelah mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 15-17 Juni mendatang.

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, kunjungan itu merupakan bentuk apresiasi untuk Paloh yang sempat mengunjungi SBY ketika menjalani pengobatan kanker prostat di Amerika Serikat, November 2021 lalu.

"Perhatian dan dukungan Pak Surya Paloh ketika itu tentu bentuk ketulusan seorang sahabat lama,” kata Herzaky kepada Kompas.com, Senin (6/6/2022).

Sementara, menurut Johnny G Plate, perjumpaan SBY dan Paloh merupakan pertemuan dua sahabat lama.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved