Selasa, 19 Mei 2026

Berita Gresik

Pemilik Konten Video Pria Menikahi Domba di Gresik Sampaikan Permintaan Maaf dan Klarifikasi

Pemilik konten video seorang pria menikah dengan seekor domba betina akhirnya melakukan klarifikasi.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Willy Abraham
Permohonan maaf dan klarifikasi pemilik konten pria menikahi domba, Arif (tiga dari kanan) di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Senin (6/6/2022). 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Pemilik konten video seorang pria menikah dengan seekor domba betina akhirnya melakukan klarifikasi, Arif Syaifullah mengaku video tersebut adalah sebuah konten saja. 

Pemilik konten dan pemilik pesanggrahan yang menjadi lokasi dibuatnya konten nyeleneh itu menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf. 

Pernikahan seorang pria bernama Saiful Arif (44) yang disebut Satrio Paningit dengan seekor domba betina yang disebut Sri Rahayu binti Bejo adalah konten semata. Pernikahan itu digelar di Pesanggrahan Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik pada Minggu (5/6/2022) sore. 

Arif mengatakan, konten tidak bermaksud sedikit pun untuk membawa agama, tidak bermaksud menyinggung sisi agama mana pun. Konten tersebut dibuat hanya sekedar untuk hiburan belaka. 

"Kami mengklarifikasi bahwa itu hanya konten, tidak membawa agama atau menyinggung sisi agama mana pun," ujarnya kepada awak media, Senin (6/6/2022). 

Pemilik pesanggrahan, Nur Hudi Didin Arianto mengatakan, bahwa Arif adalah seorang konten kreator. Membuat konten Youtube dan tiktok. Tujuan awal konten pria menikah dengan domba untuk mengangkat engagment atau kunjungan dan demi mendapatkan like yang banyak.

Baca juga: Bupati Gus Yani Angkat Bicara Soal Video Pria Menikahi Domba: Kemunduran Seperti Zaman Jahiliyah

Baca juga: GRESIK HEBOH Pria Menamakan Dirinya Satrio Piningit Menikahi Domba, Videonya Viral di Medsos

"Di awal sudah saya sampaikan ke teman-teman, kepada kiai, ini hanya konten supaya mendapat like yang banyak. Proses di situ sudah saya pesankan jangan sampai ada menggunakan bahasa keagamaan apapun. Dalam prosesi keceplosan dan berhubung tersebar terlebih dahulu. Kesalahan di situ menimbulkan Ketidaknyamanan di publik. Saya pribadi memohon maaf sebesar-besarnya saya tidak bermaksud untuk melecehkan agama dan melecehkan budaya," kata Nur Hudi. 

Dalam proses klarifikasi tersebut dihadiri langsung oleh Plt Camat Benjeng Sulikhah, Kepala Desa Jogodalu hingga MUI Kecamatan Benjeng

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved