Berita Lumajang

Baru 7 Hari Lahir, Anak Sapi di Lumajang Mati Tertular Penyakit dan Mulut

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lumajang ternyata berisiko tinggi menular ke anakan sapi.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
istimewa/warga
Kondisi anak sapi milik peternak di Desa Bades, Pasirian, Lumajang, yang mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) setelah seminggu lahir. 

Berita Lumajang

SURYA.co.id | LUMAJANG - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ternyata berisiko tinggi menular ke anakan sapi.

Salah satunya dialami Mukhri warga asal Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Minggu (5/6/2022), Sogol, sapi miliknya berumur seminggu mendadak mati.

Mukhri, kemudian menguburkan seekor pedet itu di pekarangan belakang rumahnya sedalam 3 meter.

Dia khawatir, jika Sogol dibuang begitu saja penularan virus PMK semakin ganas.

"Khawatirnya jika tidak dikubur, justru virus PMK bisa menular ke sapi sehat," katanya.

Mukhri bercerita, sejak hari pertama Sogol dilahirkan oleh indukan sapi terlihat sangat lemas.

Sapi itu tidak bisa berdiri, apalagi menyusu ke induknya.

Pada dua hari berikutnya, pedet mulai lemas dan muncul luka bernanah di bagian kuku.

Sejak mengalami gejala PKM, Sogol diobati secara intensif oleh Mukhri.

Salah satunya dengan memberikan ramuan empon-empon seperti kunyit, jahe, kencur, temulawak dan bawang putih. Akan tetapi, Sogol tidak tertolong.

"Sebenarnya sudah diprediksi dokter kalau Sogol bisa cepat mati, tapi aku obati terus. Ternyata di hari ketujuh mati," kata Mukhri.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, semenjak PMK menyerang, kasus seperti ini sudah sering terjadi di Lumajang.

Kondisi ini membuat peternak resah, sebab saat ini banyak sapi yang tengah bunting.

Mereka khawatir, pedet yang lahir nantinya bakal mengalami kejadian serupa.

Kini, peternak berharap pengobatan melalui penyuntikan antibiotik dan vitamin yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bisa lebih digencar.

Peternak juga berharap pemerintah pusat segera memberi solusi, mendistribusikan vaksin agar PMK segera musnah.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved