Berita Lumajang

28 Kerbau di Lumajang Terserang Penyakit Mulut dan Kuku

Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Lumajang terus meluas.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: irwan sy
IST
Warga Lumajang, Yanto, menunjukkan penyakit mulut dan kuku membuat kerbaunya mengalami luka di bagian mulut. 

Berita Lumajang

SURYA.co.id | LUMAJANG - Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Lumajang terus meluas.

Selain menginfeksi sapi dan kambing, kerbau sekarang juga mulai terserang PMK.

Yang bikin ngeri, jumlah kerbau tertular PMK sudah ada puluhan.

Yanto (32) peternak kerbau asal Desa Banyu PutIh Kidul, Kecamatan Jatiroto misalnya.

Ketiga kerbau miliknya sejak dua minggu terakhir mengalami luka di bagian mulut.

Ini membuat kerbau terus-terusan mengeluarkan air liur.

Ditambah lagi luka membengkak di bagian kaki membuat hewan seberat 200 kilogram ini kesulitan berdiri.

Wabah ini tentu saja membuatnya diselimuti rasa ketar-ketir.

Karena beberapa kasus PMK telah membuat banyak sapi mati mendadak.

"Sudah disuntik, dikasih jamu tapi tetap saja belum sembuh," keluhnya.

Musibah ini juga dialami Kholip, peternak kerbau lain di Desa Banyu Putih.

Secara umum, 10 kerbaunya mengalami gejala klinis yang sama.

Mengalami luka lepuh di sekitar mulut, lidah, dan gusi.

Kemudian luka bengkak di bagian kuku, membuat kerbaunya berjalan pincang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved