Berita Pasuruan

Bupati Gus Irsyad Pastikan Belum Ada Kasus Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak di Kab Pasuruan

belum tercatat sapi atau ternak di Kabupaten Pasuruan yang dinyatakan positif terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Penulis: Galih Lintartika | Editor: irwan sy
galih lintartika/surya.co.id
Bupati Pasuruan, Gus Irsyad, melakukan meninjau di kandang sapi milik warga untuk antisipasi penyakit mulut dan kuku. 

Berita Pasuruan

SURYA.co.id | PASURUAN - Hingga hari ini, belum tercatat sapi atau ternak di Kabupaten Pasuruan yang dinyatakan positif terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal itu ditegaskan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf saat monitoring penyemprotan disenfektan di kandang sapi milik warga Balepanjang, Desa Pandean, Rembang.

Dia menjelaskan, saat ini baru ditemukan sapi yang gejalanya mengarah pada PMK alias suspect.

"Ada 30 sapi yang diduga PMK," katanya.

Dia menyampaikan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan menemukan sapi tersebut milik warga di Kecamatan Prigen.

"Tapi belum pasti, karena untuk memastikan harus ada uji lab lebih dulu," sambung Gus Irsyad, sapaan akrab Bupati Pasuruan.

Hanya saja, dari 30 ekor sapi itu, 20 di antaranya sudah normal atau sembuh.

Sedangkan 10 ekor diantaranya memiliki gejala mirip PMK. 

"Seperti mulut berbusa, nafsu makan berkurang, demam tinggi, kaki bengkak dan pincang serta gejala lainnya," ungkap dia.

Atas kejadian tersebut, petugas sudah diturunkan untuk mengobati sekaligus mengambil sampel darah.

Kata Gus Irsyad, sampel tersebut diuji lab.

"Pengujiannya dilakukan di Balai Besar Veteriner Jogja ataupun Pusat veterinery Farma Surabaya hingga diketahui hasilnya positif PMK atau tidak," sambung dia.

Dia juga menyebut, petugas sudah diturunkan.

"Kami bersama Forkopimda akan bergerak cepat mengantisipasi hal ini," pungkas dia.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved