UPDATE KKB PAPUA Makin Brutal Tembaki 2 Prajurit TNI Kirim Logistik, Aksi Balas Dendam Kian Beringas

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali berulah di distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Editor: Musahadah
Tribunnews.com
Ilustrasi KKB Papua. Terbaru, KKB Papua tembak dua prajurit TNI di Disrik Ilaga. 

Hal ini dikarenakan mereka diserang KKB ketika menuju ke lokasi kebakaran.

"Jadi saat personel mau ke lokasi mereka diadang KKB dan akhirnya kontak senjata selama dua jam. Jadi untuk rumah-rumah yang terbakar terlambat penanganan," kata Fakhiri.

Tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka dari sisi aparat keamanan dan masyarakat sipil.

Sedangkan bagi warga yang rumahnya terbakar, untuk sementara mereka mengungsi di Polres Puncak dan bangunan milik Pemkab Puncak.

Kapolda meyakini hal itu dilakukan sebagai bentuk balasan dari tewasnya Ali Teu Kogoya beberapa hari sebelumnya di Ilaga.

"Biasanya kalau ada kelompok mereka yang kena tembak atau ditangkap petugas, selalu ada balasan, kita sudah ingatkan ke personel untuk siaga dan saya minta untuk tidak mudah terpancing karena pasti ada aksi balasan," terang Fakiri.

Diketahui, Ali Teu Kogoya tewas ditembak personal Satgas Damai Cartenz pada Minggu (3/4/2022).

Ali Kogoya yang saat kejadian membawa sebuah pistol, diketahui merupakan anggota KKB pimpinan Numbuk Telenggen yang biasa beraksi di sekitar Distrik Ilaga.

Beberapa hari berselang dari kematian Ali Teu Kogoya, KKB membakar rumah-rumah warga dan terlibat kontak senjata dengan aparat.

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey mengatakan penembakan yang menewaskan warga sipil merupakan aksi balasan KKB Papua saat mendapat tekanan dari aparat keamanan.

"Mereka (KKB) akan cari sasaran kalau bukan anggota maka warga sipil dan sedikit menyasar non-Papua," ujar Frits Ramandey kepada Tribun-Papua.com, di Bandara Mozes Kilangin Timika, Selasa (26/4/2022).

Seperti dilansir dari Tribun Papua dalam artikel 'Warga Sipil Tewas Ditembak KKB di Puncak Papua, Komnas HAM Prihatin'.

Menurut Frits, aksi balasan KKB Papua, menyusul tewasnya dua anggota kelompok tersebut di tangan Satgas Penegakan Hukum Damai Cartenz.

Karena jika mereka tak membalasnya maka akan ada sanksi dari pimpinan mereka.

"Kelompok ini memang punya problem, di mana kalau anggota mereka dibunuh, baru tidak dibalas, maka akan terkena sanksi."

Baca juga: SNIPER KKB Papua yang Tewas Ditembak Satgas Damai Cartenz Berpangkat Brigjen, Ini Sosok Luki Murib!

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved