Kekerasan Seksual Sekolah SPI

Sidang Dugaan Kekerasan Seksual di Sekolah SPI Terus Menggelinding, Kuasa Hukum JE Masih Optimistis

Dari keterangan para saksi yang sudah dihadirkan menurut Jeffry, belum bisa membuktikan unsur pidana seperti halnya surat dakwaan Jaksa.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Anas Miftakhudin
Kukuh Kurniawan
Kasi Pidum Kejari Batu Yogi Sudarson 

SURYA.CO.ID I MALANG - Sidang perkara dugaan kekerasan seksual di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) terus menggelinding di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Rabu (20/4/2022).

Sidang digelar mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.31 WIB. Dua saksi dihadirkan dan diperiksa secara bergantian satu persatu di Ruang Sidang Cakra PN Malang.

Dalam sidang lanjutan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Sudarsono menghadirkan dua saksi yang merupakan teman dari pelapor SDS (29).

"Saksi yang dihadirkan inisial BB dan JK. Kedua saksi adalah laki-laki, keterangan saksi mendukung dakwaan kami" tutur Yogi.

Untuk sidang berikutnya menurut Yogi, akan digelar kembali pada Rabu (27/4/2022) dengan agenda yang sama yakni pemeriksaan saksi.

Rencananya, ada dua saksi yang akan dihadirkan. Sebagai tambahan informasi, untuk sidang pada Rabu (4/5/2022) ditunda, karena libur hari raya Lebaran. Sehingga, baru dilanjutkan kembali pada pekan selanjutnya," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum JE, Jeffry Simatupang tidak dapat memberikan secara detail keterangan yang disampaikan para saksi.

Intinya keterangan saksi hari ini tidak jauh berbeda dengan keterangan saksi sebelumnya.

"Keterangan saksi sesuai lah dengan harapan kami," ujar Jeffry.

Hingga persidangan ke 7 ini, pihaknya masih optimis bahwa JE tidak bersalah, dan dari keterangan para saksi yang sudah dihadirkan menurut Jeffry, belum bisa membuktikan unsur pidana seperti halnya surat dakwaan Jaksa.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved