Berita Sumenep

Akan Ada 23 Juta Mobil yang Mudik Lebaran, Presiden Joko Widodo Sarankan Mudik Lebih Awal

Presiden Joko Widodo menyatakan, bahwa arus mudik lebaran Idul Fitri tahun 2022 akan dilakukan puluhan juta pemudik. 

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Istimewa
Presiden Joko Widodo saat wawancara dengan media di Pasar Bangkal, Kabupaten Sumenep, usai menyerahkan bantuan bagi 100 KPM PKH, BLT untuk PKL dan bantuan untuk modal kerja, Rabu (20/4/2022). 

SURYA.CO.ID, SUMENEP - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, bahwa arus mudik lebaran Idul Fitri tahun 2022 akan dilakukan puluhan juta pemudik. 

Ia menyebutkan akan ada sebanyak 23 juta pemudik yang menggunakan mobil, dan sebanyak 17 juta pemudik menggunakan sepeda motor. 

Dengan prediksi angka tersebut, Presiden Jokowi menyarankan, agar para pemudik yang menggunakan mobil kalau bisa mudik lebih awal agar tidak ada penumpukan dan kemacetan berlebihan di jalur-jalur darat. 

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat wawancara dengan media di Pasar Bangkal Kabupaten Sumenep, usai menyerahkan bantuan bagi 100 KPM PKH, BLT untuk PKL dan bantuan untuk modal kerja, Rabu (20/4/2022). 

“Kalau kita lihat di angka-angka untuk mudik yang lewat udara masih ada ruang yang longgar. Kemudian yang lewat kereta api juga masih ada sedikit ruang yang masih longgar yang bisa dipakai masyarakat,” kata Presiden Jokowi. 

“Yang berat memang adalah yang lewat darat. Ada 23 juta mobil yang akan mudik, dan akan ada 17 juta sepeda motor yang akan mudik. Ini angka-angka yang bukan angka-angka kecil,” tegas Jokowi.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa dibutuhkan adanya manajemen atau pengaturan dalam arus mudik agar tidak sampai terjadi penumpukan kendaraan khususnya di jalur darat.

Menurutnya, sudah tiga kali ratas digelar untuk merumuskan managemen lalu lintas untuk mengantisipasi arus mudik lebaran 2022 ini. 

“Karena yang saya takutkan di tanggal 28, 29 dan 30 April, akan macet total kalau tidak ada rekayasa lalu lintas,” tegasnya.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyebutkan, bahwa saat ini sudah ada sejumlah strategi yang disiapkan dalam pengaturan mudik. 

Yang pertama adalah pengaturan ganjil genap, kemudian pengaturan jalan satu arah atau one way. Serta juga pengaturan bahwa truk dan kendaraan besar dilarang untuk melewati jalan tol maupun jalan nasional yang digunakan jalur mudik. 

“Tetapi itu belum menjamin. Oleh sebab itu saya mengajak masyarakat untuk yang mudik memakai mobil agar mudiknya lebih awal, daripada nanti macet. Karena betul-betul angka 23 juta untuk mobil yang mudik dan 17 juta sepeda motor yang mudik itu bukan angka yang kecil,” pungkas Jokowi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved