Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
TERBARU KASUS SUBANG, Yosef Klaim Baju dan Celana Ada Bercak Darah Bukan Alat Bukti, Kenapa Disita?
Terbaru, saksi Yosef Hidayah mengklaim baju dan celana miliknya yang disita polisi bukan lah alat bukti.
Saya gak berani bicara ya atau tidak.
Itu ranah peyidik. Saya tidak bisa mengungkapkan masalah itu," katanya.
Meski tak mengiyakan mengenai sosok itu, Yosef justru mengungkap fakta adanya perbedaan pakaian yang dikenakan dengan yang ada di foto itu.
Seperti diketahui, dari foto CCTV itu terlihat Yosef mengenakan celana putih, sementara yang terungkap di media setelah kejadian, Yosef memakai celana abu-abu.
Ternyata perbedaan pakaian itu karena celana dan kausnya harus disita polisi.
Asal Muasal Ember Biru

Di bagian lain, asal muasal ember biru yang diduga dipakai pelaku untuk membersihkan sidik jari setelah membunuh Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, akhirnya diketahui.
Menurut Yosef Hidayah, suami korban Tuti, ember itu biasanya diletakkan di dekat mesin cuci dalam rumahnya.
"Itu untuk air cadangan, minuman gitu
Kalau kehabisan beli Aqua kadang-kadang pake... kadang-kadang
Itu untuk menyimpan air," katanya dikutip dari channel youtube Koin Seribu 77, pada Senin (18/4/2022).
Diakui Yosef, ember itu dibeli oleh korban Tuti Suhartini.
Yosef juga membantah sempat menyirami TKP dengan ember biru tersebut.
"Itu berita, maaf sangat bertentangan dengan yang sebenarnya.
Itu opini liar, saya tidak sama sekali melakukan seperti itu," tegasnya.
Mengenai kabar dia datang ke lokasi tanpa membawa motor pun dianggap keliru.
Dia pastikan pagi itu dia datang menggunakan motor.
"Dengan kejadian ini semoga cepat berlalu, cepat selesai. siapapun pelakunya dihukum seberat-beratnya," tukasnya.
Yosep memastikan tidak akan main-main dalam kasus pembunuhan istri dan anaknya.
Seperti diketahui, ember biru itu ditemukan di pelataran rumah berisi air yang diduga dipakai pelaku untuk mengapus sidik jadi di mobil Alphard maupun sekitar lokasi kejadian.
Akibatnya, penyidik kesulitan menemukan sidik jari pelaku di lokasi kejadian.
Terkait hal ini, Yosef dengan lantang menegaskan tidak akan main-main dalam kasus yang telah merenggut istri dan anaknya.
Dia pun meminta agar pelakunya nanti mendapat hukuman mati.
"Harapan saya kepada pelaku untuk diberikan hukuman seberat-beratnya, hukuman mati itu saja karena telah merenggat dua almarhum anak dan istri kesayangan saya," katanya.
Yosef juga memastikan tidak akan mudah memaafkan, jika pelaku nantinya meminta maaf padanya.
"Memafkan memang mudah, namun namanya hutang nyawa, saya gak bisa memaafkan begitu saja. Saya minta penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya. Tidak ada toleransi," katanya.
Apalagi, lanjut Yosef, nama baiknya sudah banyak dicemarkan dan diframing.
"Tidak ada ampun," tegasnya. (berbagai sumber/tribun jabar)