Pencabulan Sekolah SPI

Dugaan Pencabulan Sekolah SPI, Ketidakkonsistenan Pelapor Terungkap Dalam Sidang, Ini Faktanya

Kalau ditanyakan Ketidak-konsistenan-nya itu dimana, itu terkait waktu kejadian, kapan terjadinya, dimana terjadinya itu keterangannya berubah-ubah.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Anas Miftakhudin
Kukuh Kurniawan
Salah satu saksi saat akan memasuki Ruang Sidang Cakra PN Malang untuk mengikuti jalannya sidang pemeriksaan saksi perkara dugaan kekerasan seksual sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu, Rabu (9/3/2022). 

SURYA.CO.ID I MALANG - Ketidakkonsitenan keterangan SDS (29), pelapor dalam kasus dugaan pencabulan di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) terungkap dalam gelar sidang di Pengadilan Negeri Kota Malang, Rabu (9/3/2022).

Pernyataan itu diungkap oleh kuasa hukum JE, Jefry Simatupang.

Menurutnya, keterangan SDS yang dituangkan dalam BAP Kepolisian tidak sesuai dengan keterangan yang disampaikan dalam persidangan.

Dalam agenda sidang yang ketiga kalinya ini Jefry mengklaim telah berhasil menggali fakta-fakta dan kebenaran dalam kasus ini.

"Persidangan hari ini sesuai dengan harapan kami, karena kami bisa membuktikan adanya ketidakkonsitenan. Kami berhasil menggali kebenaran adanya ketidakkonsistenan antara BAP (Berita Acara Pemerikasaan) yang satu dengan BAP yang lain," ungkap Jefry Simatupang.

Dia berkeyakinan, JE yang selama ini dituduh melakukan pencabulan adalah tuduhan yang tidak memiliki dasar.

"Kami berharap kebenaran dapat diungkap dan kami tetap yakin bahwa klien kami tidak bersalah," ujarnya.

Lebih lanjut Jefry menjelaskan, Keterangan SDS (29) di BAP yang pertama dan kedua terdapat perbedaan.

"BAP itu tidak berjalan sama dengan apa yang ada di persidangan. Bahkan BAP yang pertama dan kedua ada perbedaan. Lalu saat kita kejar (pertanyaan) pelapor agak gelagapan juga," kata dia.

Hal yang sama dikatakan Philipus Harapenta, yang juga kuasa hukum JE. Meski tidak menyebut secara jelas substansi keterangan SDS, namun ia memastikan bahwa keterangan pelapor dalam perkara ini selalu berubah-ubah.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved